PERENCANAAN BALOK KANTILEVER DENGAN SISTEM BETON PRATEGANG PASCATARIK “STUDI KASUS : BALOK KANTILEVER PADA RUAS JALAN TAPAKTUAN-BAKONGAN” | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERENCANAAN BALOK KANTILEVER DENGAN SISTEM BETON PRATEGANG PASCATARIK “STUDI KASUS : BALOK KANTILEVER PADA RUAS JALAN TAPAKTUAN-BAKONGAN”


Pengarang

Cut Atika Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan akan suatu sistem transportasi yang baik tidak hanya mengacu
kepada kebutuhan manusia akan mobilitas, melainkan juga turut menunjang
keberhasilan pembangunan dan perkembangan wilayah. Kondisi alam Indonesia
yang kompleks sering kali menimbulkan permasalahan dalam mewujudkan
jaringan sistem transportasi yang terpadu, seperti pada ruas jalan Tapaktuan-
Bakongan. Ruas jalan yang merupakan jalan nasional lintas barat Provinsi Aceh
tersebut masih memiliki lebar jalan kurang dari 7 meter, dimana volume lalu lintas
pada jalan tersebut terus meningkat. Kondisi alam berupa tebing batu tinggi dan
jurang yang dalam tidak memungkinkan jika dilakukan pelebaran jalan dengan cara
konvensional. Maka, diusulkan salah satu alternatif konstruksi berupa tipe struktur
jalan kantilever. Balok kantilever bekerja seperti gelagar pada jembatan dalam
menahan beban-beban yang bekerja di atasnya. Dengan mempertimbangkan
kelebihan struktur beton prategang, dalam studi ini direncanakan balok kantilever
sistem struktur beton prategang. Batasan masalah pada perencanaan ini yaitu balok
kantilever didesain menggunakan beton prategang sistem pascatarik, perencanaan
meliputi perencanaan balok, slab, dan end-block, dengan asumsi ground anchor
sebagai jepit, dimana seluruh batasan perencanaan mengacu pada standar
perencanaan untuk jembatan. Sebagai langkah awal, dilakukan preliminary design
atau penentuan dimensi awal. Kemudian, dilakukan tahap pembebanan dan
perhitungan gaya-gaya dalam struktur dengan bantuan program Microsoft Excel
dan SAP2000. Momen ultimit yang digunakan untuk desain adalah -2919,30 kNm.
Berdasarkan hasil perhitungan, tinggi balok kantilever yang didapatkan adalah 120
cm dan lebar balok 60 cm, serta slab dengan tebal 30 cm. Jumlah tendon yang
dibutuhkan adalah 5 tendon. Gaya prategang yang harus diberikan pada balok
(Pjacking) adalah sebesar 4876,565 kN, dimana akan terjadi kehilangan gaya
prategang sebesar 26,492%. Untuk menahan beban pada masa pra-penegangan,
pada balok kantilever diberikan tulangan tarik dan tulangan tekan sebanyak 7D19
dan 5D19. Lendutan maksimum pada daerah kantilever pada kondisi layan dan
ultimit adalah 0,000581 meter dan 0,005302 meter. Hasil perencanaan
menunjukkan adanya perbedaan dimensi balok hasil perencanaan dan kondisi
eksisting di lapangan. Pada perencanaan selanjutnya diharapkan agar dapat
dilengkapi dengan desain ground anchor.
Kata kunci : ruas jalan Tapaktuan-Bakongan, balok kantilever, beton prategang
pascatarik, tendon.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK