Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EKSPLORASI DAN POTENSI BAKTERI ENDOFIT ISOLAT PALA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGAN HOUTT) TERHADAP SERANGAN PENYAKIT MATI RANTING
Pengarang
HURI AFRINA DEWI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1309200190010
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
HURI AFRINA DEWI. Eksplorasi dan Potensi Bakteri Endofit Isolat Pala dalam
Meningkatkan Ketahanan Tanaman Pala (Myristica fragran Houtt) Terhadap
Serangan Penyakit Mati Ranting, di bawah bimbingan Rina Sriwati sebagai
pembimbing ketua dan Bonny PW Soekarno sebagai pembimbing anggota
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri endofit yang berasosiasi
dengan tanaman pala, menguji potensinya dalam menekan pertumbuhan patogen
mati ranting secara in vitro dan menguji potensinya dalam meningkatkan
ketahanan bibit pala terhadap serangan penyakit mati ranting secara in vivo.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian
Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan Penelitian lanjutan dilakukan di rumah
kasa (paranet) di Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh yang
dimulai pada bulan Juni 2014-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dan 5 ulangan
yaitu K- (kontrol tanpa perlakuan), K+ (kontrol di beri fungisida), P1 (bakteri
endofit isolat 1 terpilih), P2 (bakteri endofit isolat 2 terpilih) dan P3 (bakteri
endofit isolat 1 + 2). Setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sehingga jumlah
tanaman seluruhnya adalah 5 x 5 x 5= 125 tanaman dengan menggunakan 2 lokasi
pengambilan bibit dan tanah yaitu dari Tapak Tuan dan Meukek. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat 15 isolat bakteri endofit yang berasosiasi pada
tanaman pala, 3 isolat dari Tapak Tuan, 6 dari Samadua dan 6 dari Meukek. Hasil
pengujian secara in vitro diperoleh isolat bakteri endofit M4 dan S1 merupakan
isolat bakteri potensial dalam menekan pertumbuhan cendawan patogen dengan
daya hambat 52,9% dan 41,4%. Hasil pengujian secara in vivo menunjukkan
bahwa untuk indeks keragaman tertinggi pada perlakuan P3 pada substrat
Tapaktuan (0,155) dan substrat Meukek (0,156). Pada substrat tumbuh bibit pala
dari Tapak Tuan aktivitas enzim peroksidase berkisar 0,00022 – 0,00044 µAE/g
pada penambahan isolat endofit M4 dan S1 dibandingkan kontrol negatif 0,00024
µAE/g dan kontrol positif 0,000212 µAE/g, sedangkan pada substrat tumbuh dari
Meukek berkisar 0,00020 - 0,00022 µAE/g dibandingkan kontrol negatif 0,00016
µAE/g dan kontrol positif 0,000204 µAE/g. Penambahan isolat bakteri endofit M4
dan S1, pada substrat tumbuh mampu menekan intensitas serangan penyakit mati
ranting tanaman bibit pala pada substrat tumbuh dari Tapak Tuan sebesar 26,7% -47,6%, sedangkan pada substrat tumbuh dari Meukek sebesar 25,0% - 53,3%.
Kata kunci: bakteri endofit, tanaman pala, patogen penyebab penyakit mati ranting
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGAYAAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CANGKANG PALA DENGAN CENDAWAN ENDOFIT ISOLAT ASAL PALA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT PADA TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) (rahmad iqbal, 2015)
PENGARUH WAKTU INOKULASI PATOGEN PENYEBAB MATI RANTING TERHADAP DAYA INDUKSI BAKTERI ENDOFIT PADA BIBIT PALA (MYRISTICA FRAGRANS). (Evi Yusri, 2017)
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI ENDOFIT DALAM MENGENDALIKAN SERANGAN PENYAKIT MATI RANTING PADA BIBIT PALA (MYRISTICA FRAGRANS) (Riza Afdila, 2016)
UJI POTENSI BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN PALA TERHADAP PENYAKIT MATI MERANGGAS YANG DISEBABKAN OLEH LASIODIPLODIA THEOBROMAE (MAYA KHAIRIYAH, 2026)
EKSPLORASI DAN POTENSI CENDAWAN ENDOFIT ASAL TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI PENYAKIT MATI RANTING (SCYTALIDIUM SP.) (Retning Wahyu, 2019)