Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN MUTU PADA INDUSTRI PEMBUATAN BATAKO DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Muhammad Rizqa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1104101010005
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Batako adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau pozolan, pasir, air, dan atau tanpa bahan tambahan lainnya (additive), dicetak sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding. Di Kota Banda Aceh terdapat 7 industri yang masih aktif memproduksi batako, namun masih ada industri yang belum mengetahui keuntungan atau kerugian yang pasti dan mutu dari hasil produksinya. Hal yang menjadi permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana kelayakan finansial dari industri dan berapa tingkat mutu dari hasil produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat BEP yaitu keadaan dimana jumlah manfaat sama besarnya dengan jumlah biaya produksi industri dan untuk mengetahui tingkat mutu batako. Ruang lingkup penelitian ini hanya ditinjau pada industri rumah tangga yang memproduksi batako dengan menggunakan alat manual gebuk. Data yang didapat yaitu biaya tetap, biaya variabel dan jumlah produksi yang diolah dengan analisis BEP dan data tentang kuat tekan, berat basah, berat kering serta penyerapan air yang diuji di Laboratorium Bahan dan Konstruksi yang berpedoman pada SNI. Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkanan alisis BEP produksi untuk industri A, B dan C tahun 2014 sebanyak 5.546 buah, 6.102 buah dan 6.400 buah, tahun 2015 untuk industri A sebanyak 22.777 buah, industri B sebanyak 7.897 buah dan untuk industri C sebanyak 10.213 buah. BEP harga untuk tahun 2014 pada industri A sebesar Rp 3.120,00/buah, industri B sebesar Rp 3.814,00/buah dan industri C sebesar Rp 4.000,00/buah, Tahun 2015 pada industri A sebesar Rp 2.929,00/buah, industri B sebesar Rp 3.744,00/buah dan industri C sebesar Rp 3.830,00/buah. Hasil pengujian mutu dari ketiga industri yang ditinjau menunjukkan bahwa industri A dan industri B termasuk kedalam mutu IV pada SNI, yaitu kuat tekan yang didapat dari industri A sebesar 23,29 kg/cm2 dan industri B sebesar 18,92 kg/cm2. Penyerapan air pada industri A sebesar 9,44 %, industri B sebesar 11,96 % yang digunakan untuk konstruksi yang tidak memikul beban, dinding penyekat serta konstriksi lainnya yang selalu terlindungi dari cuaca luar, industri C termasuk kedalam katagori mutu III dengan kuat tekan sebesar 30,92 kg/cm2 dan penyerapan air pada industri C sebesar 8,93 % yang digunakan untuk hal-hal seperti dalam mutu IV, tetapi permukaan dari konstruksi dari batako tersebut boleh tidak diplester.
Kata kunci: Industri rumah tangga, Kelayakan Finansial, Break even point (BEP) Mutu, Batako.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN MUTU PADA INDUSTRI PEMBUATAN BATAKO DI KOTA BANDA ACEH (Muhammad Rizqa, 2016)
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN MUTU PADA INDUSTRI PEMBUATAN PAVING BLOCK DI KOTA BANDA ACEH (Muhammad Haiqal, 2016)
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN MUTU PADA INDUSTRI BATU BATA MERAH DI KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Risan Nafizar, 2016)
MENGANALISA ULANG KELAYAKAN INDUSTRI KECIL PENGHANCUR PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CRUSHER (Said M. Rizal, 2023)
STUDI KELAYAKAN USAHA PENDIRIAN INDUSTRI GELATIN KULIT IKAN TUNA DI KOTA BANDA ACEH (T.M.Azha Ridha, 2020)