<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22039">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DPRA DALAM KASUS PERLINDUNGAN ANAK DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DONY PRASETYO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Berdasarkan hasil proyeksi Sensus Penduduk 2010, pada tahun 2015 penduduk Aceh&#13;
diperkirakan mencapai 4. 906. 840 juta jiwa, dan sekitar 33,4 persen diantaranya adalah anak&#13;
anak usia 0-17 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa berinvestasi untuk anak adalah&#13;
berinvestasi untuk sepertiga penduduk Aceh. Permasalahannya adalah, beberapa tahun&#13;
terakhir, tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Aceh telah menjadi isu nasional.&#13;
Penelitian ini berkaitan dengan aspek pengawasan tentang perlindungan anak yang menjadi&#13;
tugas dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh khususnya Komisi VI, hal ini sesuai dengan&#13;
UUPA Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Oleh karena itu, legislatif berkewajiban&#13;
melaksanakan pengawasan terhadap penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2008 tentang&#13;
Perlindungan Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fungsi&#13;
pengawasan yang dilakukan oleh Komisi VI DPRA terhadap kasus perlindungan anak di&#13;
Aceh, serta mendeskripsikan kendala dalam implementasi Qanun tersebut. Berdasarkan&#13;
karakteristik rumusan masalahnya, maka penelitian ini menggunakan teori implementasi&#13;
kebijakan dan teori perwakilan yang akan digunakan untuk menjawab penelitian dalam kasus&#13;
fungsi pengawasan yang dilakukan oleh komisi VI DPRA terhadap masalah perlindungan&#13;
anak di Aceh. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan&#13;
kualitatif dalam mencari jawaban terhadap rumusan masalah tersebut, melalui teknik&#13;
wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legislatif&#13;
telah melakukan fungsi pengawasannya terhadap penerapan Qanun perlindungan anak,&#13;
namun hanya sebatas pengawasan secara administratif, bukan menjangkau pada pengawasan&#13;
secara strategis. Serta kendala yang dihadapi oleh Komisi VI DPRA dalam melakukan&#13;
pengawasan disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya isu prioritas pengawasan&#13;
Komisi VI DPRA dan kurangnya pemahaman anggota Komisi VI DPRA terhadap fungsi&#13;
pengawasan legislatif. Serta faktor eksternal yang meliputi kesadaran masyarakat yang masih&#13;
rendah, dan kurangnya hubungan kemitraan dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan&#13;
Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Aceh.&#13;
Kata Kunci: Implementasi, Fungsi Pengawasan, Perlindungan Anak.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-14 14:02:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-16 13:58:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>