<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22016">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI DERAJAT PPOK DENGAN PENURUNAN MASSA OTOT PADA PENDERITA PPOK DI POLI PARU RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WenyNoralita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan penyakit paru akibat inflamasi kronik pada saluran pernapasan akibat inhalasi gas dan partikel bahaya. Proses inflamasi pada PPOK tidak hanya berlangsung di paru tetapi juga secara sistemik yang menggambarkan telah terjadinya progresivitas penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi derajat PPOK dengan penurunan massa otot pada penderita PPOK. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang berobat di Poli Paru RSUDZA sebanyak 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari tanggal 10 Desember 2015 sampai 31 Januari 2016. Data dikumpulkan dengan mengukur lingkar lengan atas kiri untuk menilai massa otot pada penderita PPOK. Uji analisa yang digunakan adalah Uji Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita PPOK yang mengalami PPOK derajat I (10%), derajat II (33,3%), derajat III (53,4%) dan derajat IV (3,3%). Hasil pengukuran lingkar lengan didapatkan bahwa status massa otot dengan rentang 51-60% adalah 27%, 61-70% sebanyak 33%, 71-80% sebanyak 33% dan 81-89% sebanyak 7%. Hasil analisa data dengan uji Spearman menunjukkan bahwa nilai p value = 0,002 dan r = 0,546. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara derajat PPOK dengan penurunan massa otot di Poli Paru RSUDZA Banda Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: PPOK, Derajat PPOK, Penurunan Massa Otot, Lingkar Lengan Atas&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22016</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-13 14:15:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-14 11:58:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>