KOMUNIKASI ORGANISASI PADA KEPENGURUSAN KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA BANDA ACEH (STUDI PASCA PENERBITAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2010) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KOMUNIKASI ORGANISASI PADA KEPENGURUSAN KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA BANDA ACEH (STUDI PASCA PENERBITAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2010)


Pengarang

Muhammad Zulfiky - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Komunikasi organisasi yang digunakan Gerakan Pramuka tidak sama dengan
organisasi lainnya. Sebelum revitalisasi dilakukan, komunikasi organisasi yang pada
Gerakan Pramuka tampak kurang baik. Sebagai contoh, dalam kepengurusan
organisasi terdapat pengurus ganda. Seorang pengurus dapat posisi jabatan yang
sama pada Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang, sehingga terjadi kesenjangan
kegiatan kepramukaan. Sebelum Undang-Undang Gerakan Pramuka diterbitkan,
setiap keputusan yang diambil oleh pengurus Kwartir Nasional, sangat jarang
meminta pertimbangan dari pengurus Kwartir Daerah maupun Kwartir Cabang
sehingga terjadi pro kontra dan keterlambatan informasi. Hal ini dikarenakan tidak
ada aturan yang kuat. Permasalahannya adalah bagaimana penerapan komunikasi
organisasi pada kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh
dan kegiatan komunikasi organisasi Gerakan Pramuka pasca penerbitan UU No.12
Tahun 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penerapan
komunikasi organisasi Gerakan Pramuka pasca penerbitan UU No. 12 Tahun 2010
pada kepengurusan Kwarcab Kota Banda Aceh. Untuk mengetahui kegiatan
komunikasi organisasi Gerakan Pramuka pasca penerbitan UU No. 12 tahun 2010
dalam meningkatkan kembali kegiatan komunikasi organisasi kepramukaan pada
Kwarcab Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggukan purposive
sampling technique, yaitu mengambil orang-orang yang memiliki pengetahuan,
pengalaman dan memahami organisasi Gerakan Pramuka dan komunikasi organisasi.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari
penelitian adalah penerapan komunikasi organisasi pada Kwarcab Kota Banda Aceh
berbentuk komunikasi vertikal, yaitu: komunikasi yang terjadi dari atas kebawah dan
sebaliknya. Jenis komunikasi organisasi pada Kwarcab Kota Banda Aceh adalah
komunikasi verbal (lisan) dan tertulis. Fungsi komunikasi organisasi pada Kwarcab
Kota Banda Aceh bersifat integratif, artinya menyediakan saluran komunikasi formal
sebagaimana yang tertulis di UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Kegiatan komunikasi organisasi di Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh
dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Jika secara langsung dilakukan
dengan mengadakan pertemuan fisik langsung baik melalui interaksi rapat dan
interaksi biasa sehari-hari di ruangan kerja maupun di luar kantor. Jika secara tidak
langsung biasa dilakukan melalui e-mail, HP dan pengumuman di dinding.
Komunikasi organisasi Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh lebih
terintegrasi dengan ditetapkannya UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Kata Kunci : Komunikasi, Organisasi, Gerakan Pramuka, UU No.12 Tahun 2010.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK