Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMBUATAN MI KERING PASTA SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PENAMBAHAN HDROKOLOID CMC (CARBOXY METHYL CELLULOSE) DAN KAPPA KARAGINAN(KAPPAPHYCUS ALVAREZII)
Pengarang
Satria Putra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105105010004
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PEMBUATAN MI KERING PASTA SUKUN (
Artocarpus altilis
) DENGAN
PENAMBAHAN HDROKOLOID CMC
(Carboxy Methyl Cellulose)
DAN KAPPA KARAGINAN
(Kappaphycus alvarezii)
Satria Putra
1
, Yanti
Melda Sary Lubis
2
, Novi Safriani
2
1
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh
2
Staf Pengajar Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unsyiah, Banda Aceh
ABSTRAK
Sukun (
Artocarpus altilis
)
kaya akan kandungan karbohidrat, sehingga
dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mi kering untuk alternatif
pengganti terigu. Pengolahan Sukun menjadi pasta lebih mudah diaplikasikan,
tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengolahan, dan biaya
yang
dikeluarkan tidak terlalu besar. Mi berbahan baku sukun memiliki tekstur yang
kurang kuat dan mudah putus sehingga perlu penambahan hidrokoloid.
Secara
umum
p
e
n
e
l
i
t
i
a
n
ini bertujuan untuk
m
e
m
a
n
f
a
at
k
a
n
sukun
se
b
a
g
a
i
b
a
h
a
n baku
d
a
l
a
m
p
e
m
bu
a
t
a
n
mi
k
e
r
in
g
.
Secara
khu
s
us
p
e
n
e
li
t
i
a
n
ini
bertujuan untuk
m
e
mp
e
l
a
j
a
r
i
p
e
n
g
a
r
uh
p
e
n
a
m
b
a
h
a
n CMC dan karaginan dalam pembuatan mi
kering dari pasta sukun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor : Penambahan
jenis hidrokoloid
(CMC dan karaginan) serta konsentrasi hidrokoloid (0.25%; 0.75%; dan 1%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hidrokoloid berpengaruh
sangat nyata
(P
?
0,01) terhadap kadar abu,
cooking loss
, dan daya serap air, serta
berpengaruh nyata
(P
?
0,05) terhadap kadar air mi kering sukun. Sedangkan
jenis hidrokoloid berpengaruh sangat nyata
(P
?
0,01)
terhadap kadar abu,
cooking time
, daya serap air dan berpengaruh nyata
(P
?
0,05) terhadap
cooking
loss,
dan organoleptik warna mi kering pasta sukun. Perlakuan terbaik dihasilkan
pada mi dengan perlakuan penggunaan karaginan 0.75% dengan kadar air 7.6%,
abu 0.6%, protein 11,38%, lemak 4.5%, karbohidrat 82.4% dan serat kasar 0.64%,
cooking loss
7.46%,
c
ooking time
2.17m
, daya serap air 79.79% dan panelis
menyukai organoleptik mie kering yang dihasilkan baik dari segi warna, rasa,
aroma maupun teksturnya.
Kata
kunci:
CMC, Karaginan, Mi Kering, Pasta Sukun
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (SITTY MAYSARAH, 2016)
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS [PARKINSON.] FOSBERG.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS (AINUL ASRI FAUZI, 2014)
KAJIAN PENGGUNAAN SUSU KEDELAI DAN SARI BUAH NANAS DENGAN PENAMBAHAN CMC (CARBOXY METHYL CELLULOSE) SEBAGAI BAHAN PENSTABIL PADA PEMBUATAN ES KRIM NABATI (MASYITHAH, 2021)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96 % DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) MENGGUNAKAN METODE DPPH, ABTS, DAN FRAP (Nadhira Maghfira Aqli, 2025)
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (Sucy Lestary, 2016)