PENGARUH KEKERINGAN DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KEKERINGAN DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.)


Pengarang

MUHAMMAD FADHLY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005101060009

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Muhammad Fadhly. Pengaruh Kekeringan dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di bawah bimbingan Bakhtiar sebagai ketua dan Cut Nur Ichsan sebagai pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekeringan dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) serta mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa/Plastik Sektor Timur Darussalam, Laboratorium Fisiologi Tanaman dan Laboratorium ilmu dan Teknologi Industri Benih Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mulai dari Mei sampai September 2015.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan kekeringan sebagai faktor utama dan varietas sebagai anak petak. Ada 2 faktor yang diteliti, faktor pertama adalah perlakuan kekeringan yang terdiri dari atas empat taraf yaitu, penyiraman dilakukan sampai air tergenang 2,5 cm pada setiap harinya, penyiraman dihentikan mulai umur 20 HST sampai dengan daun menggulung penuh, kemudian dilakukan penyiraman kembali sampai air tergenang 2,5 cm, penyiraman dihentikan mulai umur 45 HST sampai dengan daun menggulung penuh, kemudian dilakukan penyiraman kembali sampai air tergenang 2,5 cm, penyiraman dihentikan mulai umur 80 HST sampai dengan daun menggulung penuh, kemudian dilakukan penyiraman kembali sampai air tergenang 2,5 cm. Faktor kedua adalah perlakuan varietas yang terdiri dari Towuti, Inpari-7, Situ Patenggang, Sanbei dan Pade Barcelona.
Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, berat gabah per pot, persentase gabah berisi per pot, persentase gabah hampa per pot, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, berat 1000 butir dan rasio tajuk akar.
Perlakuan kekeringan berpengaruh sangat nyata terhadap persentase gabah berisi per pot dan persentase gabah hampa per pot, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 6 MST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2, 3, 4, 5 dan 7, jumlah anakan produktif, berat gabah per pot, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, berat 1000 butir dan rasio akar tajuk. Hasil dan pertumbuhan padi yang terbaik dijumpai pada perlakuan penyiraman setiap hari atau kontrol.
Perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, berat gabah per pot, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering dan berat 1000 butir, namun tidak berpengaruh nyata terhadap, persentase gabah berisi per pot, persentase gabah hampa per pot dan rasio akar tajuk. Hasil dan pertumbuhan padi terbaik dijumpai pada varietas Sanbei.

Terdapat interaksi antara perlakuan kekeringan dengan varietas terhadap tinggi tanaman umur 6 MST. Kombinasi perlakuan kekeringan pada penghentian penyiraman umur 45 HST sampai daun menggulung penuh dengan varietas Situ Patenggang memberikan kombinasi yang baik untuk tinggi tanaman.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK