<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21870">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGIS HATI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERIKAN EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Dwi Fitriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis organ hati tikus putih yang diinfeksikan Trypanosoma evansi dan diberikan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah. Sampel yang digunakan adalah hati dari 12 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif (K0) hanya diberikan akuades; kelompok kontrol positif (K1) hanya diinfeksikan T. evansi 5x104; kelompok K2 dan K3 masing-masing diinfeksikan T. evansi 5x104 dan diberikan ekstrak daun mimba dengan dosis berturut-turut 400 dan 800 mg/kg bb selama 3 hari. Hari keempat semua tikus dieutanasia dan dinekropsi. Hati diambil dan dibuat preparat untuk pemeriksaan histopatologi. Rata-rata ± SD gambaran histologis hati tikus yang diinfeksikan T. evansi dan diberikan ekstrak daun mimba pada kelompok K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah: sel normal 62,6±1,9; 4,2±0,0; 24,3±1,4; dan 11,1±2,4; hemoragi 0,0±0,0; 91,6±0,0; 7,4±2,25; dan 35,8±4,2; hiperemi 0,4±0,0; 7,6±0,0; 2,3±0,3; dan 3,8±0,0; infiltrasi sel radang 0,0±0,0; 4,2±0,0; 1,2±0,53; dan 2,5±0,8; degenerasi 0,0±0,0; 27±0,0; 13,7±1,6; dan 17,8±2,5; nekrosis sel 10,2±0,9; 66,4±0,0; 24±2,2; dan 44,9±3,1. Pemberian ekstrak daun mimba dengan dosis 400 mg/kg bb lebih baik dalam menghambat kerusakan hati tikus yang diinfeksikan T. evansi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21870</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-03 14:47:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-03 15:02:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>