<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21817">
 <titleInfo>
  <title>KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM JABATAN PUBLIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DESTYA DARSIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Perubahan dan perkembangan zaman telah membawa posisi perempuan berpartisipasi dalam ranah publik. Saat ini semakin terlihat kemajuan dan prestasi yang dimiliki oleh perempuan. Bahkan tak jarang perempuan menjadi pemimpin dalam sebuah lembaga atau organisasi. Mereka memiliki jabatan dalam ranah publik. Kepemimpinan perempuan dalam tulisan ini mengarah pada kepemimpinan perempuan yang dijalankan dalam Perguruan Tinggi, Badan Eksekutif dan Legislatif Kota Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Kepemimpinan dengan pendekatan Gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Banda Aceh tepatnya di Universitas U’budiyah Indonesia, Balai Kota dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Proses pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini telah ditetapkan sebelumnya yang berjumlah 4 (empat) orang yang terdiri dari Rektor Universitas U’budiyah Indonesia, Walikota dan 2 (dua) orang anggota perempuan di Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Perguruan Tinggi, Badan Eksekutif dan Legislatif Kota Banda Aceh memiliki tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan kepemimpinan yang dijalani dengan menggunakan gaya kepemimpinan yang demokratis. Kepemimpinan perempuan dalam Perguruan Tinggi dipengaruhi atau didukung oleh pihak akademisi untuk menjalankan visi dan misi bersama, sedangkan dalam Badan Eksekutif dan Legislatif Kota Banda Aceh dipengaruhi oleh Partai Politik. Selain itu kepemimpinan perempuan dalam Perguruan Tinggi, Badan Eksekutif dan Legislatif Kota Banda Aceh memiliki aspek lain selain menjalankan kepemimpinan dalam lembaga formal juga memiliki aspek informal yaitu dukungan dari keluarga dalam menjalankan kepemimpinannya serta membedakan peran sebagai istri dan ibu dalam keluarga dan peran sebagai pemimpin dalam jabatan publik.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kepemimpinan, Perempuan, Jabatan Publik&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21817</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-05-31 09:16:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-01 09:24:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>