<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21792">
 <titleInfo>
  <title>MORFOLOGI DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA SERTA KONSENTRASI HORMON TESTOSTERON DARI EPIDIDIMIS SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui morfologi dan morfometri spermatozoa, konsentrasi hormon testosteron, serta korelasi antara morfometri spermatozoa dengan konsentrasi hormon testosteron pada kaput, korpus, dan kauda epididimis sapi aceh. Preparat ulas spermatozoa diwarnai dengan pewarnaan William’s dan pewarnaan eosin 2% untuk  pengamatan morfologi dan pengukuran morfometri spermatozoa, sedangkan teknik enzyme-linked immunosorbant assay (ELISA) digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon testosteron dari ekstrak jaringan kaput, korpus, dan kauda epididimis. Data morfologi spermatozoa disajikan secara deskriptif, sedangkan data morfometri dan konsentrasi hormon testosteron dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (one way ANOVA). Uji korelasi (pearson correlation) dilakukan untuk mengetahui korelasi antara morfometri panjang total spermatozoa (PTS) dan konsentrasi hormon testosteron dari ketiga bagian epididimis. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan morfologi spermatozoa sapi aceh pada kaput, korpus, dan kauda epididimis. Rataan PTS pada bagian kaput, korpus, dan kauda berturut-turut adalah 69,70±0,8 µm, 70,90±0,39 µm, dan 72,98±0,74 µm dimana ukuran PTS tersebut berbeda nyata (p0,05). Hasil korelasi positif dan tidak berbeda nyata (r= 0,413, p= 0,416) ditemukan antara morfometri PTS dengan konsentrasi testosteron pada kaput epididimis, namun korelasi negatif dan tidak berbeda nyata ditemukan pada korpus (r= -0,638, p= 0,172) dan kauda (r= -0,719, p= 0,108). Kesimpulan dari penelitian ini adalah morfometri spermatozoa (PTS) pada kaput, korpus, dan kauda epididimis menunjukkan adanya perbedaan ukuran dan hal tersebut berkorelasi dengan konsentrasi testosteron.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21792</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-05-30 10:59:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-30 11:10:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>