<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21717">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK RIMPANG TEMU KUNCI (BOESENBERGIA PANDURATA) TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Florentina Magdalena Girsang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 7 perlakuan dengan 3 ulangan. Uji pengaruh ekstrak rimpang temu kunci terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode Kirby Bauer, dengan jumlah bakteri yang digunakan disesuaikan dengan standar kekeruhan Mc Farland 1. Kertas cakram yang sudah direndam dalam ekstrak rimpang temu kunci pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50%, dan kertas cakram yang mengandung antibiotik streptomisin sebagai kontrol positif serta akuades steril sebagai kontrol negatif diletakkan pada permukaan Mueller Hinton Agar lalu diinkubasikan selama 24 jam pada suhu 37°C. Diamater zona hambat yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong (caliper). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Rata-rata diameter zona hambat ekstrak rimpang temu kunci dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50% masing-masing adalah 8,00; 12,30; 13,85; 19,16; dan 19,86 mm. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada kontrol positif dan kontrol negatif masing-masing adalah 14,25 dan 0 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang temu kunci dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-05-26 09:51:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-26 10:04:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>