APLIKASI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN BEBERAPA JENIS RUMPUT MAKANAN TERNAK TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA TANAH PODSOLIK JANTHO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

APLIKASI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN BEBERAPA JENIS RUMPUT MAKANAN TERNAK TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA TANAH PODSOLIK JANTHO


Pengarang

Elviwirda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200190006

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agroteknologi., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Elviwirda. Aplikasi Mikoriza untuk Meningkatkan Ketahanan Beberapa Jenis
Rumput Makanan Ternak terhadap Cekaman Kekeringan pada Tanah Podsolik
Jantho dibawah bimbingan Sufardi sebagai pembimbing ketua dan Syakur sebagai
pembimbing anggota.
Permasalahan yang timbul dalam penyediaan pakan hijauan yang berkualitas adalah
kontinuitas dari lahan dan rendahnya produktivitas lahan yang digunakan serta
ketersediaan air tanah terbatas pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan : 1)
untuk mengkaji ketahanan beberapa jenis rumput makanan ternak yang diberi
tingkatan cekaman air yang berbeda pada tanah podsolik ; 2) untuk mengkaji
peranan cendawan mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan beberapa jenis rumput
makanan ternak yang diberi tingkatan cekaman air yang berbeda pada tanah
podsolik ; 3) untuk mengetahui interaksi antara aplikasi cendawan mikoriza
arbuskula pada cekaman air yang berbeda dan jenis rumput terhadap pertumbuhan
rumput makanan ternak. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Laboratorium
Lapang Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Rancangan yang
digunakan adalah rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 6 x 3 dengan 3
ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan pemberian FMA dan cekaman air yang
terdiri dari enam taraf, yaitu : C1 = Tanpa FMA + cekaman air 60% kapasitas
lapang, C2 = Tanpa FMA + cekaman air 80% kapasitas lapang, C3 = Tanpa FMA +
tanpa cekaman air (100% kapasitas lapang), C4 = FMA + cekaman air 60% kapasitas
lapang, C5 = FMA + cekaman air 80% kapasitas lapang, C6 = FMA + tanpa
cekaman air (100% kapasitas lapang). Faktor kedua adalah perlakuan jenis rumput
yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : R1 = Brachiaria decumbens, R2 = Brachiaria
mutica, R3 = Cynodon plectostachyus. Peubah yang diamati meliputi bobot basah
tajuk, bobot kering akar, kadar air relatif daun, kadar prolin, total gula terlarut, kadar
protein kasar, kandungan N dan P tanaman serta persentase kolonisasi FMA pada
akar. Hasil penelitian menunjukkan Cynodon plectostachyus merupakan jenis
tanaman rumput yang paling toleran terhadap cekaman kekeringan pada tanah
podsolik Jantho berdasarkan karakter morfo-fisiologis. Pemberian FMA dalam
kondisi cekaman air 60% kapasitas lapang pada tanah podsolik Jantho dapat
meningkatkan bobot basah tajuk, bobot kering akar, kadar air relatif daun, protein
kasar, kandungan N dan P, dan menurunkan kadar prolin dan total gula terlarut.
Efektivitas FMA lebih nyata dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman pada
cekaman air 80% kapasitas lapang. Terdapat interaksi antara aplikasi FMA pada
cekaman kekeringan yang berbeda dan jenis rumput terhadap bobot basah tajuk,
bobot kering akar, kadar air relatif daun, kadar prolin dan total gula terlarut.
Persentase kolonisasi FMA pada akar yang tertinggi terdapat pada pemberian FMA
dalam kondisi cekaman air 60% kapasitas lapang. Aplikasi FMA mampu
meningkatkan ketahanan beberapa jenis rumput makanan ternak terhadap terhadap
cekaman air 20 - 40% kapasitas lapang pada tanah podsolik Jantho.
Kata kunci : Cendawan Mikoriza Arbuskular, cekaman kekeringan, Brachiaria
decumbens, Brachiaria mutica, Cynodon plectostachyus, podsolik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK