KONDISI SOSIAL EKONOMI TUNANETRA YANG BEKERJA SEBAGAI TUKANG PIJAT DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONDISI SOSIAL EKONOMI TUNANETRA YANG BEKERJA SEBAGAI TUKANG PIJAT DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ZULKARNAINI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010101010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penyandang tunanetra bekerja sebagai tukang pijat atau pengemis di Banda Aceh. Hal
ini dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan yang tersedia khususnya bagi mereka
yang memiliki keterbatasan fisik. Selain itu masalah dunia usaha yang masih belum
secara tepat diatasi oleh pemerintah Kota Banda Aceh sehingga penyandang
tunanetra tidak ada pilihan lain selain bekerja sebagai tukang pijat. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui alasan tunanetra memilih pekerjaan sebagai tukang pijat dan
mengetahui kondisi kehidupan sosial ekonomi tunanetra di Kota Banda Aceh.
Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah angket, observasi dan
dokumentasi. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kuantitatif deskriptif sesuai
dengan data yang dibutuhkan. Data penelitian ini juga diperoleh dari responden
sebagai informan penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori
partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penyebab tunanetra lebih memilih
pekerjaan yang berprofesi sebagai tukang pijat adalah karena mereka umumnya
kurang mendapat perioritas untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Lebih
memilih profesi tukang pijat karena mereka mempunyai keahlian memijat, adanya
pelatihan khusus memijat, sudah lama bekerja sebagai tukang pijat, mempunyai
modal sendiri dan adanya bantuan pemerintah. Kondisi sosial tunanetra di kota Banda
Aceh para tunanetra ialah kurang menjadi perioritas untuk berpatisipasi dalam
kegiatan masyarakat. Namun masyarakat mendukung usaha pijat tunanetra.
Pendidikan para tunanetra tingkat SDLB, SMPLB dan SMALB. Kondisi ekonomi
tunanetra kota Banda Aceh berpenghasilan rata-rata antara Rp. 20.000,- s/d 150.000
per hari, Adanya dukungan keluarga untuk usaha pijat, pengeluaran rata-rata antara
Rp. 20.000 s/d 150.000.- per hari, dengan demikian kebutuhan sehari-hari belum
tentu tercukupi. Saran bagi lembaga pemerintah agar menciptakan dan membuka
peluang kerja bagi penyandang tunanetra demi untuk kesetaraan hidup dalam
bermasyarakat. Serta memberikan pelatihan profesi lain sehingga mereka bisa
memilih pekerjaan lain selain tukang pijat. Dengan seperti ini mereka dapat hidup
lebih memadai layaknya seperti manusia normal lainnya. Bagi penyandang tunanetra
agar memilih pekerjaan lain yang pedapatannya melebihi dari sebelumnya seperti
membuat kerajinan tangan dan keahlian lain yang sesuai dengan keadaan dirinya.

Kata Kunci: Penyandang tunanetra, pekerjaan dan kondisi sosial ekonomi, perkotaan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK