Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KETERAMPILAN BERTANYA GURU SMP DAN KAITANNYA DENGAN PERHATIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pengarang
nurdiansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200160028
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Matematika., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
371.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keterampilan bertanya merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang penting untuk dikuasai guru. Kurang baiknya keterampilan bertanya yang dimiliki oleh guru dapat mengakibatkan perhatian siswa kurang baik juga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan keterampilan bertanya guru dalam pembelajaran matematika, (2) Mendeskripsikan perhatian siswa ketika guru menerapkan keterampilan bertanya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua guru matematika dari dua sekolah yang berbeda yakni satu guru MTsN Matangglumpangdua dan satu guru SMP N 5 Peusangan, serta satu kelas di MTsN Matangglumpangdua dan satu kelas kelas di SMP N 5 Peusangan. Analisis data kualitatif dilakukan terhadap kedua guru untuk melihat keterampilan bertanya guru dalam pembelajaran, serta terhadap siswa untuk melihat perhatian siswa ketika guru menerapkan keterampilan bertanya. Keterampilan bertanya meliputi aspek pausing, prompting, dan probing secara teori dipahami oleh guru dan dalam pembelajaran matematika sudah dilakukan, namun kenyataan dilapangan tidak semua indikator pada masing-masing aspek dipenuhi untuk setiap pertemuan di kedua sekolah. Dalam pembelajaran di MTsN selama dua kali pertemuan, pada aspek prompting tidak dilakukan sekali pun indikator memecahkan pertanyaan menjadi beberapa sub pertanyaan dari pertanyaan semula dan pada aspek probing tidak dilakukan indikator pemindahan giliran. Selanjutnya dalam pembelajaran di SMP selama 2 kali pertemuan, pada aspek prompting tidak dilakukan dua indikator yaitu memecahkan pertanyaan menjadi beberapa sub pertanyaan dari pertanyaan semula dan mereview (mengulang) informasi yang diberikan sebelumnya. Pengajuan pertanyaan dengan penunjukan siswa untuk menjawab sebelum guru mengajukan pertanyaan ditemukan sebanyak empat kali pada pertemuan pertama dalam proses pembelajaran di MTsN, dua dan tiga kali pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua dalam proses pembelajaran di SMP yang menyebabkan sebagian siswa yang lain tidak memperhatikan karena siswa sudah mengetahui siapa yang harus menjawab pertanyaan yang diajukan. Selanjutnya guru menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawab ditemukan sebanyak satu kali pada pertemuan pertama dan tiga kali pada pertemuan kedua dalam proses pembelajaran di MTsN, sedangkan dalam proses pembelajaran di SMP ditemukan sebanyak tiga kali pada pertemuan pertama dan dua kali pada pertemuan kedua. Pertanyaan yang dijawab sendiri oleh guru sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawab mengakibatkan siswa menjadi frustasi dan berkurangnya perhatian siswa.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERANAN GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA DI SD NEGERI 56 BANDA ACEH (MUHARISMA RAHAYU, 2017)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHINGRNUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA RNMATA PELAJARAN FISIKA KELAS VIII3 MTSN RNBANDA ACEH (Siti Nurjihan, 2015)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWARNKELAS XI IPS MAN 3 BANDA ACEH (RAHMAWATI, 2015)
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMP NEGERI 9 BANDA ACEH (Rina Susanti, 2022)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH (CUT PUTRI REZEKI, 2016)