Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DAMPAK KESEJAHTERAAN MANTAN KOMBATAN GAM TERHADAP LAHIRNYA POTENSI KONFLIK BARU DI WILAYAH LINGE
Pengarang
Muhammad Rusydi. DR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1210103010090
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kesejahteraan mantan kombatan GAM masih menjadi masalah dalam proses
reintegrasi mantan kombatan ke dalam masyarakat, munculnya aksi demontrasi hingga
lahirnya kelompok-kelompok yang ingin menjatuhkan rezim pemerintah Aceh karena
dianggap tidak bisa mensejahterakan masyarakat Aceh khususnya mantan kombatan
karena pada perjanjian MoU Helsinki diamanahkan untuk mereintergrasikan mantan
kombatan ke dalam masyarakat dengan memberikan bantuan kemudahan ekonomi,
perbaikan harta benda publik, pemberian tanah pertanian dan jaminan sosial yang
sebagai upaya untuk memberikan kesejahteraan bagi mantan kombatan namun hingga
saat tidak dilaksanakan dengan baik terlebih di wilayah Linge. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif mengenai dampak kesejahteraan mantan kombatan terhadap
lahirnya potensi konflik baru di wilayah Linge. Ada dua hal yang ingin diteliti yaitu:
kondisi sosial ekonomi pasca penandatanganan MoU di Helsinki, dan proses reintegrasi
berdasarkan isi butir dalam MoU di Helsinki terhadap mantan kombatan GAM di
wilayah Linge. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi.
informan berjumlah lima orang mantan kombatan GAM yang pernah beroperasi di
wilayah Linge dan terdaftar sebagai anggota KPA wilayah Linge. Penelitian ini
didukung oleh teori resolusi konflik dan teori kesejahteraan sosial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara sosial kondisi mantan kombatan GAM wilayah Linge dapat
dikatakan baik, dipengaruhi oleh hubungan yang sudah terjalin baik antar masyarakat
sebelum dan sesudah konflik. Meskipun tetap ada pergesekan selama proses
reintegrasi, namun tidak terlalu besar sehingga tidak menghambat proses intergrasi
sosial kepada masyarakat. Sedangkan secara ekonomi, kondisi mantan kombatan GAM
wilayah Linge masih belum sejahtera dan masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Sebagian besar dari mereka tidak bekerja, dan sebagian kecil lainnya sudah memiliki
pekerjaan meskipun bukan pekerjaan tetap (serabutan). Jaminan status sosial ekonomi
yang sudah tertuang dalam MoU Helsinki belum diterima sepenuhnya oleh sebagian
besar mantan kombatan GAM wilayah Linge, yang dipengaruhi oleh adanya banyak
hambatan dan permasalahan yang ditemui di lapangan. Proses reintegrasi yang masih
belum berjalan baik dikhawatirkan akan memicu munculnya konflik baru.
Kata Kunci : Kesejahteraan Sosial Ekonomi, Mantan Kombatan GAM, Potensi
Konflik
Tidak Tersedia Deskripsi
REINTEGRASI MANTAN KOMBATAN GERAKAN ACEH MERDEKA (STUDI DI GAMPONG DAYAH TANOH KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE) (Fajrul Zuhri, 2017)
MOTIVASI MANTAN KOMBATAN GERAKAN ACEH MERDEKA MENCALONKAN DIRI MENJADI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN BIREUEN PERIODE 2014 - 2019 (Muliawati, 2014)
RELASI STRUKTUR PEMERINTAHAN SIPIL DAN MANTAN KOMBATAN MILITER GAM DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN PEMERINTAH PASCA MOU HELSINKI (EGI GUNAWAN, 2019)
PERAN KOMITE PERALIHAN ACEH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MANTAN KOMBATAN GAM (TIBRANI, 2019)
MOBILISASI MASSA OLEH PANGLIMA SAGOE TERHADAP KETERPILIHAN CALEG MANTAN KOMBATAN GAM PADA PILEG ACEH SELATAN TAHUN 2024 KECAMATAN KLUET UTARA (Agustina, 2025)