Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MANAJEMEN KREDIT PADA PT. BANK ACEH CAPEM PEUNAYONG
Pengarang
KHALISA AMILA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1301001010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen Perusahaan (D3) / PDDIKTI : 61405
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
BAB V
PENUTUP
Sesuai dengan pembahasan yang telah penulis kemukakan dalam bab
sebelumnya, maka pada bab ini penulis akan menarik beberapa kesimpulan dan
memberikan saran.
5.1 Kesimpulan
1. Manajemen perkreditan Bank adalah suatu hal yang penting untuk
mengoptimalkan kinerja bank untuk memaksimalkan profit atas sektor
perkreditannya. Dalam manajemen perkreditan, kegiatan yang sangat
penting adalah perencanaan (planning), kemudiaan pengorganisasian
(organizing), kepemimpinan (leading), dan pengendalian pengawasan
(controlling).
2. Pada PT. Bank Aceh ada beberapa jenis kredit yang disalurkan, yaitu :
Kredit Konsumtif, Kredit KUR, Kredit Mikro, dan Kredit Investasi. Fungsi
dari kredit itu sendiri yaitu, untuk meningkatkan daya guna uang , untuk
meningkatkan peredaran uang, sebagai alat stabilitas ekonomi, dan untuk
meningkatkan hubungan Internasional. Kredit juga memiliki prinsip –
prinsip kredit yang sesuai dengan kententuan Bank yaitu, Character,
Capacity, Capital, Collateral,dan Condition.
3. Pada manajemen kredit, kegiatan perencanaan dilihat dari beberapa faktor
seperti :kondisi ekonomi, melalui Analysis SWOT, tingkat suku bunga, dan
strategi pemasaran produk bank. Kegiatan selanjutnya adalah
51
pengorganisasian kredit dengan mengelompokkan jenis – jenis kredit
dengan tingkatan suku bunga dari masing – masing jenis kredit. Seperti
Kredit KUR dengan suku bunga efektifnya 13%, Kredit Konsumtif dengan
bunga 7% - 11%, dan Kredit Mikro dengan suku bunga 18%. Selanjutnya,
kegiatan yang tak kalah pentingnya adalah proses pengarahan dan
pelaksanaan kredit dengan melakukan proses verifikasi hingga wawancara
akhir .Proses akhir dari manajemen kredit adalah pengawasan kredit yang
dilakukan untuk meneliti apakah pemberian kredit sesuai dengan program
dan strategi perencanaan, baik menyangkut alokasi dana, prosedur dan lain
– lain.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil dan kesimpulan yang didapat ada beberapa saran yang
ingin penulis sampaikan sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap perkreditan, PT. Bank
Aceh diharapkan bisa menambah jenis – jenis kredit yang baru dan mudah
di jangkau oleh masyarakat luas.
2. Untuk menarik daya minat nasabah terhadap fasilitas kredit di PT. Bank
Aceh, perlu dilakukan sosialisasi dan promosi agar calon nasabah
mengetahui dan mengerti tentang kredit, tata cara pengambilan kredit, dan
kegunaan kredit. Dimana saat ini masih ada diantara masyarakat kita
masih awam dan belum mengerti tentang kredit.
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berwawasan luas agar
mampu memberikan layanan yang baik dalam penyaluran kredit.
52
4. Meningkatkan hubungan dengan nasabah dan menjaga kepercayaan dan
kepuasan nasabah sehingga akan tercipta loyalitas nasabah terhadap PT.
Bank Aceh.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH RISIKO BANK, UKURAN BANK, DAN KUALITAS KREDIT TERHADAP PENGALOKASIAN VOLUME KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI PROVINSI ACEH (Mareta, 2024)
ANALISIS PENGARUH PDB, KURS, PERDAGANGAN, SERTA SUKU BUNGA TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT BANK DI INDONESIA (Lutfir Nusa Rachman, 2022)
“PROMOTION MIX KARTU KREDIT CO-BRAND DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH KARTU KREDIT PADA PT. BANK ACEH KPO BANDA ACEH”. (Maya Delvia , 2016)
PENYELESAIAN KREDIT MACET MODAL KERJA PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK., CABANG PEMBANTU PEUNAYONG BANDA ACEH (Popi Karmila, 2016)
PROSES PENGAWASAN DALAM PENGELOLAAN KAS PT BANK ACEH CAPEM BALAI KOTA (ADE AMELIA YASMIN, 2015)