<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21450">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIDIABETIK EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK) PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI DENGAN ALLOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iyan Pradinata Hareva</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini mengkaji aktivitas ekstrak akar pasak bumi yang di ekstraksi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol untuk mengetahui potensinya terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus strain Wistar yang diinduksi dengan alloksan. Penelitian eksperimental dengan rancangan post test with control group design dan simple random sampling ini menggunakan 108 ekor tikus putih strain Wistar yang di bagi menjadi 3 kelompok uji ekstrak, tiap kelompok ekstrak terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif yang diinduksi alloksan dan diberi klorpropamid, induser, dan kelompok ekstrak dengan dosis 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa darah pada hari ke-17, ke-19 dan ke-21 setelah pemberian obat uji. Data dianalisis secara ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significantly Difference) dan Dunnett T3. Hasil analisa menunjukan adanya perbedaan aktivitas penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antar kelompok perlakuan. Analisa regresi probit digunakan untuk menghitung nilai ED50 dan nilai ED50 ekstrak heksan akar pasak bumi, ekstrak etil asetat akar pasak bumi, dan ekstrak metanol akar pasak bumi berturut – turut 685,728 mg/kgBB, 15,012 mg/kgBB, dan 1314,271 mg/kgBB.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TOXICITY TESTING</topic>
 </subject>
 <classification>615.907</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21450</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-05-09 15:21:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-30 09:43:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>