<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21441">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK SEMANGKA MERAH (CITRULLUS VULGARIS)TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG TERPAPAR ASAP ROKOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irfani Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak semangka merah (Citrullus vulgaris) untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus) yang tinggi akibat terpapar asap rokok. Hewan uji yang digunakan adalah 15 ekor mencit yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok perlakuan positif (KP) merupakan kelompok dengan paparan 1 batang rokok per hari. Kelompok perlakuan 1 (K1) merupakan kelompok dengan paparan 1 batang rokok dan ekstrak semangka merah dengan dosis 22 mg per ekor per hari. Kemudian kelompok perlakuan 2 (K2) merupakan kelompok yang diberi paparan 1 batang rokok dan ekstrak semangka merah dosis 44 mg per ekor per hari. Pengujian glukosa darah mencit dilakukan pada hari ke 0, 15, dan hari ke 30 setelah pemaparan asap rokok dan pemberian ekstrak semangka merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok perlakuan (KP) memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan kelompok perlakuan (K1) dan (K2) (P0,05). Hasil penelitian juga memperlihatkan H-0 berbeda nyata dengan H-15 dan H-30 (P0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak semangka dosis 22 mg dan 44 mg tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit yang tinggi akibat terpapar asap rokok.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-05-09 11:52:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-09 14:41:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>