<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21353">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI KADAR GLUKOSA DALAM URIN ANJING LOKAL (CANIS FAMILIARIS) YANG DIGUNAKAN UNTUK BERBURU DI KECAMATAN LAMPOSI TIGO NAGORI KOTA PAYAKUMBUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fhatania Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mendeteksi glukosa di dalam urin anjing lokal &#13;
yang digunakan untuk berburu sebagai rekam medis dan penunjang diagnosa dini. &#13;
Pengoleksian sampel urin terhadap 30 ekor anjing lokal yang berada di &#13;
Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Sumatera Barat, dilakukan pada pagi hari saat &#13;
sebelum pemberian pakan pertama. Pengulangan uji dilakukan 2 kali. Penelitian &#13;
dilakukan pada bulan Januari 2016. Urin yang dikoleksi langsung dilakukan &#13;
pemeriksaan dengan cara mencelupkan strip test pada 5-10 ml urin selama 30 &#13;
detik. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan hasil &#13;
bersifat semikuantitatif melalui pembacaan nilai glukosa pada strip test yang &#13;
memiliki 4 skala perubahan. Berdasarkan dari 30 sampel urin anjing lokal yang &#13;
digunakan untuk berburu, 25 ekor anjing tidak terdeteksi adanya glukosa dalam &#13;
urin, sedangkan 5 ekor anjing terdeteksi adanya glukosa dengan hasil Small (100 &#13;
mg/dl). Dengan merujuk kepada literatur yang ada dapat disimpulkan bahwa &#13;
kadar glukosa dalam urin anjing lokal yang digunakan untuk berburu yang &#13;
diberikan pakan olahan berupa nasi dicampur kulit atau jeroan ayam masih berada &#13;
dalam batas toleransi kadar glukosa urin.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21353</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-04-29 15:12:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-02 14:14:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>