BENTUK-BENTUK RANUB DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

BENTUK-BENTUK RANUB DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH


Pengarang

EVI VITRI EVAYANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0906102030019

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci: bentuk, ranub, adat istiadat, perkawinan, Aceh.
Penelitian berjudul “bentuk-bentuk ranub dalam adat perkawinan pada
masyarakat Aceh” ini mengangkat masalah fungsi dan manfaat ranub dalam upacara
adat perkawinan pada masyarakat Aceh, bagaimana bentuk-bentuk ranub dalam
upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh dan bagaimana tehnik pembuatan
ranub. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan manfaat ranub
dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh, untuk mendeskripsikan
bentuk-bentuk ranub dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh dan
untuk mendeskipsikan teknik pembuatan ranub. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik
pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang
terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian
mendeskripsikan bahwa tentang fungsi ranub dalam upacara adat perkawinan pada
masyarakat Aceh adalah sebagai kepala hantaran dan manfaatnya sebagai sebuah
simbol pemulia jame dan sebagai simbol pengikat antara dua mempelai calon linto
dan dara baro. Bentuk-bentuk ranub dalam upacara adat perkawinan pada
masyarakat Aceh yaitu: ranub gaca (sirih inai), ranub meuikat biasa (sirih diikat
biasa), ranub patee (sirih dibungkus dengan daun pisang), ranub meususon (sirih
disusun) dan ranub batee (sirih disusun dalam puan). Teknik yang digunakan adalah:
teknik pembuatan ranub meikat biasa hanya menyusun satu persatu daun sirih yang
rapi, lalu diikat dengan tali, teknik pembuatan ranub meususon yaitu daun sirih yang
diisi dengan pinang, kapur dan dibuat seperti bentuk piramid yang dicucuk dengan
cengkeh, tehnik pembuatan ranub batee terdiri dari dua jenis atau bentuk ranub yaitu
ranub meususon dengan ranub mameh (ranub yang diisi pinang manis yang dibentuk
seperti keong) kedua ranub tersebut dikreasikan ke dalam sebuah batee
(cerana/puan), sedangkan teknik pembuatan ranub gaca yaitu terdiri dari tiga jenis
ranub yaitu: ranub patee (ranub yang dibalut dengan daun pisang yang sudah
dilayukan dengan api), ranub meususon (ranub yang dibuat seperti bentuk piramid
yang dicucuk dengan bunga cengkeh).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK