<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21202">
 <titleInfo>
  <title>BENTUK-BENTUK RANUB DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>EVI VITRI EVAYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kata kunci: bentuk, ranub, adat istiadat, perkawinan, Aceh.&#13;
Penelitian berjudul “bentuk-bentuk ranub dalam adat perkawinan pada&#13;
masyarakat Aceh” ini mengangkat masalah fungsi dan manfaat ranub dalam upacara&#13;
adat perkawinan pada masyarakat Aceh, bagaimana bentuk-bentuk ranub dalam&#13;
upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh dan bagaimana tehnik pembuatan&#13;
ranub. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan manfaat ranub&#13;
dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh, untuk mendeskripsikan&#13;
bentuk-bentuk ranub dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat Aceh dan&#13;
untuk mendeskipsikan teknik pembuatan ranub. Metode penelitian yang digunakan&#13;
dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik&#13;
pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang&#13;
terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian&#13;
mendeskripsikan bahwa tentang fungsi ranub dalam upacara adat perkawinan pada&#13;
masyarakat Aceh adalah sebagai kepala hantaran dan manfaatnya sebagai sebuah&#13;
simbol pemulia jame dan sebagai simbol pengikat antara dua mempelai calon linto&#13;
dan dara baro. Bentuk-bentuk ranub dalam upacara adat perkawinan pada&#13;
masyarakat Aceh yaitu: ranub gaca (sirih inai), ranub meuikat biasa (sirih diikat&#13;
biasa), ranub patee (sirih dibungkus dengan daun pisang), ranub meususon (sirih&#13;
disusun) dan ranub batee (sirih disusun dalam puan). Teknik yang digunakan adalah:&#13;
teknik pembuatan ranub meikat biasa hanya menyusun satu persatu daun sirih yang&#13;
rapi, lalu diikat dengan tali, teknik pembuatan ranub meususon yaitu daun sirih yang&#13;
diisi dengan pinang, kapur dan dibuat seperti bentuk piramid yang dicucuk dengan&#13;
cengkeh, tehnik pembuatan ranub batee terdiri dari dua jenis atau bentuk ranub yaitu&#13;
ranub meususon dengan ranub mameh (ranub yang diisi pinang manis yang dibentuk&#13;
seperti keong) kedua ranub tersebut dikreasikan ke dalam sebuah batee&#13;
(cerana/puan), sedangkan teknik pembuatan ranub gaca yaitu terdiri dari tiga jenis&#13;
ranub yaitu: ranub patee (ranub yang dibalut dengan daun pisang yang sudah&#13;
dilayukan dengan api), ranub meususon (ranub yang dibuat seperti bentuk piramid&#13;
yang dicucuk dengan bunga cengkeh).</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21202</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-04-20 15:40:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-04-20 15:59:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>