<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21103">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIO RASUL ADMIRAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama		: Rio Rasul Admiral&#13;
Fakultas	: Kedokteran Gigi&#13;
Judul	: Perbandingan Tingkat Pengetahuan Siswa/i Program Akselerasi dan Reguler Tentang Penyebab dan Dampak  Kehilangan Gigi (Studi pada remaja usia 15-17 tahun di SMAN 3 Kota Banda Aceh dan SMAN Modal Bangsa Aceh Besar)&#13;
&#13;
Kehilangan gigi merupakan kondisi tidak adanya gigi didalam rongga mulut, baik sebagian ataupun seluruhnya. Seseorang yang mengalami kehilangan gigi dapat menimbulkan beberapa masalah pada kesehatan umum maupun kesehatan gigi dan mulut. Kehilangan gigi bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia termasuk remaja. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kehilangan gigi adalah kurangnya pengetahuan. Pengetahuan merupakan komponen yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Jika pengetahuan kesehatan gigi dan mulut kurang, maka kesadaran dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut juga akan berkurang, sehingga kesehatan gigi dan mulut tersebut akan terabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan siswa/i program akselerasi dan reguler tentang penyebab dan dampak kehilangan gigi. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yang melibatkan 35 siswa/i program akselerasi dan 35 siswa/i program reguler. Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang penyebab dan dampak kehilangan gigi. Hasil analisis menggunakan uji Mann-Whitney Test menunjukkan perbandingan signifikan antara tingkat pengetahuan siswa/i program akselerasi dan reguler tentang penyebab dan dampak kehilangan gigi (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEETH-DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21103</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-04-15 09:59:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-16 10:05:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>