<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21072">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOPI ARABIKA DAN LUWAK DENGAN DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS WISTAR SECARA IN VIVO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Siti Sarifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kopi merupakan minuman yang mengandung kafein, sitosterin, kolin, dan terpenoid. Terdapat beberapa kontroversial dari efek kopi yang dapat menyebabkan kerusakan pada hepar atau mencegah kerusakan hepar, dimana salah satu fungsi hepar adalah mendetoksifikasi atau menguraikan zat sisa tubuh dan hormon serta obat dan senyawa asing lain termasuk kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi Arabika dan Luwak dengan dosis bertingkat terhadap gambaran histologi hepar. Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu dengan menggunakan metode Post Test Design Only dan Factorial Design. Hewan coba yang digunakan 21 tikus Wistar jantan dibagi dalam 7 kelompok, yaitu 1 kelompok K (kontrol), 3 kelompok perlakuan Arabika (PA1(0,36 ml), PA2(1,08 ml), dan PA3(2,16 ml)), dan 3 kelompok perlakuan Luwak (PL1(0,36 ml), PL2(1,08 ml), dan PL3(2,16 ml)). Gambaran mikroskopis kongesti dan nekrosis jaringan pada hepar merupakan parameter yang dinilai dari penelitian ini. PA1 memiliki jumlah kerusakan berupa kongesti vaskular dan nekrosis sel hepatosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan PL1. PL2 memiliki jumlah kerusakan berupa kongesti vaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan PA2, dan PA2 memiliki jumlah kerusakan berupa nekrosis sel hepatosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan PL2. PA3 memiliki jumlah kerusakan berupa kongesti vaskular dan nekrosis sel hepatosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan PL3, dan PA3 memiliki jumlah kerusakan yang paling tertinggi dibandingkan dengan PA2, PA1, PL1, PL2, dan PL3. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah konsentrasi atau dosis kopi dan jenis kopi mempengaruhi kerusakan hepar tikus Wistar berupa kongesti dan nekrosis.&#13;
&#13;
Kata kunci : kopi Arabika, kopi Luwak, kongesti, nekrosis, hepar</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21072</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-04-13 16:28:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-04-13 16:35:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>