EFEKTIFITAS INFUSA KULIT JENGKOL (PITHECELOBIUM JIRINGA) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH TIKUS (RATUS NOVERGICUS ) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEKTIFITAS INFUSA KULIT JENGKOL (PITHECELOBIUM JIRINGA) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH TIKUS (RATUS NOVERGICUS ) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN


Pengarang

Rama Suci Anggulona - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101030209

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi menahun yang berakibat fatal seperti penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki (gangrene) atau timbulnya impotensi, sehingga diperlukan pencegahan dan pengobatan yang optimal dengan tanaman obat. Pada saat ini salah satu pengobatan dapat dilakukan dengan obat bahan alam yaitu dengan kulit jengkol (Pithecelobium jiringa).Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dalam 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif , kontrol positif dan tikus yang di beri infusa kulit jengkol dengan dosis 4,5 g/tikus, 9g/tikus dan 18 g/tikus. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan (Rattus norvegicus). Data yang diperoleh, dianalisis secara statistik dengan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar glukosa darah setelah 3 sampai 7 hari perlakuan, dengan rata – rata penurunan dari 497 mg/dl ke 103 mg/dl. Untuk melihat efektivitas dosis dilakukan uji kruskal wallis dengan p < 0,005 dan uji lanjutan dengan Mann-Whitney yang rata menunjukkan tidak ada perbedaan penurunan gula darah pada dosis yang berbeda dengan p> 0,005.Infusa kulit jengkol (Pithecellobium jiringa) menurunkan kadar glukosa darah tikus yang telah dibuat hiperglikemia. Peningkatan dosis tidak mempengaruhi penurunan kadar gula darah tikus yang diinduksi aloksan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK