EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PADA SIMPANG PUNGE KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PADA SIMPANG PUNGE KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH


Pengarang

mustika rachmatia stephani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010153

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)



Simpang Punge Kecamatan Meuraxa Banda Aceh merupakan simpang empat tak bersinyal, yang dilalui oleh pengguna transportasi dari ruas Jalan Punge Blang Cut menuju ruas Jalan Sultan Iskandar Muda dan ruas Jalan Cempaka maupun sebaliknya. Setiap jam puncak pagi, siang dan sore hari sering terjadi konflik dan kemacetan di simpang tersebut, disebabkan ruas jalan mayor pada simpang tersebut merupakan ruas jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran pemerintah, dan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal pada simpang empat Punge Kecamatan Meuraxa Banda Aceh dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Kondisi geometrik persimpangan yang menjadi objek kajian terdiri dari empat lengan dengan Jalan Punge Blang Cut dan Jalan Cempaka sebagai lengan jalan minor dan Jalan Sultan Iskandar Muda sebagai lengan jalan mayor. Survey volume lalu-lintas dilakukan pada hari Senin 10 Agustus 2015, hari Kamis 13 Agustus 2015, dan Sabtu 15 Agustus 2015. Pelaksanaan Survey dilakukan pada jam puncak pagi pukul 07.00-09.00 WIB, siang pukul 12.00-14.00 WIB dan sore pukul 17.00-19.00 WIB. Adapun derajat kejenuhan yang didapat pada persimpangan ini pada hari Senin 10 Agustus 2015 jam puncak sore pukul 17.00-19.00 WIB, kondisi eksisting adalah 0,89. Derajat kejenuhan yang dihasilkan lebih besar dari 0,85, sebagaimana yang disyaratkan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) untuk persimpangan dengan kondisi stabil adalah persimpangan yang mempunyai nilai derajat kejenuhan lebih kecil dari 0,85. Persimpangan tersebut perlu dilakukan perbaikan (Do-Something). Berdasarkan hasil dari pengamatan mengenai kondisi geometrik di lapangan, memungkinkan untuk dilakukan salah satu upaya perbaikan pelebaran jalan minor pada Jalan Punge Blang Cut dari 5,84 m menjadi 7,00 m, dan pada Jalan Cempaka dari 4,78 m menjadi 7,00 m. Hasil setelah dilakukan perbaikan (Do-Something) diperoleh derajat kejenuhan 0,84 lebih kecil dari 0,85 memenuhi persyaratan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997).



Kata kunci : MKJI 1997, analisis persimpangan.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK