PENGARUH MONSUN TERHADAP PERGERAKAN ARUS LINTAS INDONESIA (ARLINDO) SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI SELAT MAKASSAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH MONSUN TERHADAP PERGERAKAN ARUS LINTAS INDONESIA (ARLINDO) SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI SELAT MAKASSAR


Pengarang

Nora Akhena - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0808105010014

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.518 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Penelitian ini mengkaji pengaruh monsun terhadap pergerakan Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) secara vertikal dan horizontal di Selat Makassar. Software HAMSOM (Hamburg Shelf Ocean Model) digunakan untuk menyelesaikan persamaan numerik dan memvisualisasi hidrodinamika laut dan analisis data meteorologi. Data sekunder lima parameter meteorologi selama 7 tahun (2001 – 2007) dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP) digunakan pada model. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan dan arah angin pada tahun 2001, 2004 dan 2007 bulan Februari (monsun barat) yang terjadi di Selat Makassar pada posisi 20LS – 40LS dan 1180BT – 1190BT adalah antara 2 m/s sampai 5 m/s kearah barat sedangkan pada bulan Juli (monsun timur) adalah antara 2 m/s sampai 6 m/s. Curah hujan pada tahun dan bulan yang sama masing – masing berkisar antara 0 mm sampai 5 mm dan 9 mm sampai 21 mm. Tekanan udara pada tahun dan bulan yang sama masing – masing berkisar antara 101600 Pa sampai 102000 Pa dan 100900 Pa sampai 101100 Pa. Suhu vertikal pada tahun dan bulan yang sama masing – masing berkisar antara 300C sampai 140C dan 280C sampai 120C. Arus pada kedalaman 100 m di Selat Makassar saat monsun barat setiap tahun 2001, 2004 dan 2007 bergerak kearah selatan dengan kecepatan 0,4 m/s. Sementara pada kedalaman yang sama saat monsun timur arus bergerak menuju kearah utara dengan kecepatan 0,6 m/s – 1,8 m/s. Pada kedalaman 300 m monsun barat arus bergerak kearah Utara dengan kecepatan 0,4 m/s – 0,8 m/s dan monsun timur arus bergerak kearah selatan dengan kecepatan 0,2 m/s – 0,8 m/s. Pada kedalaman 500 m pada monsun barat kecepatan arus 0,2 m/s – 0,8 m/s kearah Selatan dan saat monsun timur kecepatan arus 0,2 m/s kearah Selatan. Kecepatan arus permukaan di Selat Makassar lemah pada musim angin barat, meskipun angin utara sangat intensif. Arus permukaan akan menguat pada musim kemarau (monsun timur).

Kata kunci : Monsun, ARLINDO, HAMSOM, arus, tekanan, angin, curah hujan dan Grads.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK