HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIBLING RELATIONSHIP PADA REMAJA AWAL DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIBLING RELATIONSHIP PADA REMAJA AWAL DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Mauliza Novradilla - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101130040

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sibling relationship memiliki peranan penting selama masa perkembangan remaja. Lebih dari dua pertiga remaja mengungkapkan bahwa sibling merupakan orang-orang penting dalam hidup mereka dan interaksi dengan sibling menjadi sumber penting dari persahabatan dan keintiman. Salah satu faktor yang memengaruhi sibling relationship adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua adalah cara orang tua mengembangkan aturan-aturan dan hangat terhadap anak, tidak bersikap menghukum maupun menjauh terhadap anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan sibling relationship pada remaja awal di kota Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah 348 remaja Sekolah Menengah Pertama (SMPN 2, SMPN 3, SMPN 6 dan SMPN 17) di Banda Aceh yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode penelitian Multi-Stage Cluster Random Sampling. Pola asuh diukur menggunakan Parental Authority Questionnaire yang dikembangkan oleh Buri versi Bahasa Indonesia dan sibling relationship diukur dengan menggunakan Lifespan Sibling Relationship Scales (LSRS) yang disusun oleh Riggio. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signfikan antara pola asuh orang tua demokratis dengan sibling relationship (rayah = 0,17, p< 0.05; ribu = 0,19, p< 0.05). Hal ini menggambarkan bahwa remaja yang menilai orang tuanya secara demokratis memiliki hubungan yang penuh kehangatan, dan dekat dengan siblingnya. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pola asuh non-authoritative dengan sibling relationship. Secara umum, hasil penelitian ini memaparkan pentingnya pengasuhan orang tua yang hangat dan disiplin dalam membentuk kualitas sibling relationship pada anak terutama selama tahap perkembangan remaja.


Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Sibling Relationship, Remaja Awal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK