PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Maya Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200050047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.201 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Supervisi pengajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkan kualifikasi professional guru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Program supervisi pengajaran; (2) Teknik supervisi pengajaran, dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas, dan guru di SMA Negeri 5 Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ditemukan: (1) Program supervisi pengajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah merumuskan kegiatan-kegiatan akademik yaitu; mengintensifkan jam masuk kelas, penertiban perangkat PBM, telaah bahan ajar dan alat pembelajaran, telaah SKL, bimbingan belajar tambahan, dan kegiatan workshop (2) Teknik supervisi oleh Kepala Sekolah secara langsung dan tidak langsung: dimana tekhnik secara langsung lebih mengarah pada supervisi individu yaitu kepala sekolah langsung mensupervisi guru senior yang telah ditunjuk, sedangkan supervisi tidak langsung adalah berupa supervisi kelompok dengan menugaskan guru senior mensupervisi guru-guru yang mempunyai kepangkatan dibawahnya yang telah diatur dalam kelompok MGMP,dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah terbatasnya waktu dalam melaksanakan semua program yang telah diagendakan dalam program kerja dan berbenturan jadwal supervisi yang telah diprogramkan oleh kepala sekolah. Sedangkan hambatan yang dihadapi pengawas dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah banyaknya guru binaan dan jauhnya jarak tempuh ke sekolah. Diharapkan kepada pengawas dan kepala sekolah agar dapat mengarahkan guru-guru dalam meningkatkan proses belajar mengajar melalui program, dan teknik supervisi, sehingga hambatan yang dihadapi guru dapat diatasi secara efektif dan efisien.

Kata Kunci: Supervisi Pengajaran, dan Proses Belajar Mengajar

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK