Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EFEKTIFITAS JENIS DEKOMPOSER PADA KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA VAR ASCALONICUM)
Pengarang
Rizal Mahfud - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200190019
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekomposer yang efektif pada
pembuatan kompos dan varietas yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman bawang merah serta interaksi diantara kedua faktor tersebut. Penelitian
dilaksanakan di lahan Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Hortikultura
Saree, Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung
dari bulan Juli sampai dengan Desember 2013. Lokasi penelitian memiliki jenis
tanah Andisol. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi
bawang merah varietas yaitu Trisula dan Vietnam, pupuk kandang sapi, eceng
gondok, titonia, serbuk gergaji, jerami padi, arang sekam, Trichoderma
harzianum, Pseudomonas fluorescens P60, cacing tanah Lumbricus rubellus,
insektisida yang berbahan aktif Metomil dan fungisida yang berbahan aktif
Mancozeb. Alat-alat yang digunakan adalah cangkul, pisau, gembor, jangka
sorong dan timbangan analitik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti
yaitu jenis dekomposer dan varietas bawang merah. Jenis dekomposer terdiri dari
empat taraf yaitu tanpa dekomposer, dekomposer Trichoderma harzianum,
dekomposer Pseudomonas fluorescens P60, dan dekomposer cacing tanah
Lumbricus rubellus. Faktor varietas terdiri dari dua taraf yaitu varietas Trisula dan
Vietnam. Analisis laboratorium dilakukan pada tanah sebelum diaplikasi kompos.
Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah,
yang meliputi tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam (HST), bobot
basah berangkasan, bobot kering berangkasan, jumlah umbi per rumpun, berat
umbi per plot dan potensi hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jenis dekomposer berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman bawang
merah pada umur 30 HST dan jumlah umbi per rumpun, berpengaruh nyata
terhadap bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan namun
ii
berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, 45 HST, berat
umbi per plot dan potensi hasil per hektar. Tinggi tanaman bawang merah, bobot
basah berangkasan, bobot kering berangkasan, jumlah umbi per rumpun yang
lebih baik didapat dari pemberian dekomposer Pseudomonas fluorescens P60.
Berat umbi per plot dan potensi hasil per hektar cenderung lebih baik dijumpai
pada pemberian jenis dekomposer Trichoderma harzianum. Varietas bawang
merah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30, 45 HST,
serta jumlah umbi per rumpun berpengaruh nyata terhadap bobot basah
berangkasan; namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur
15 HST, bobot kering berangkasan, berat umbi per plot dan potensi hasil per
hektar. Tinggi tanaman yang lebih baik dijumpai pada varietas Trisula pada umur
30 HST dan 45 HST. Bobot basah berangkasan, bobot kering berangkasan, jumlah
umbi per rumpun, berat umbi per plot dan potensi hasil per hektar yang lebih baik
didapat pada varietas Trisula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
interaksi yang tidak nyata antara pemberian jenis dekomposer pada kompos
dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Kata kunci : Dekomposer dan Allium cepa, Trichoderma, Pseudomonas dan
Vermikompos.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP FASE MITOSIS SEL AKAR ALLIUM ASCALONICUM L. DAN ALLIUM CEPA L. (Rosnita Dwi Alafani, 2016)
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT PERASAN UMBI LAPIS BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) DENGAN BAWANG BOMBAY (ALLIUM CEPA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO (Putri Hastina, 2022)
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) DALAM PAKAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEURUKAN(OSTEOCHILUS VITTATUS) (Mayana, 2016)
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG (ALLIUM ASCALONICUM L.)SEBAGAI EFEK PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KIRINYUH (CHROMOLENA ODORAT) DAN PUPUK NPK (syarfianda, 2015)
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Nuni afrina, 2021)