<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20731">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA MASA MENETAP DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL BUDAYA MAHASISWA ASING PERGURUAN TINGGI NEGERI BANDA ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rina Marlina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan melakukan penyesuaian sosial budaya dibutuhkan oleh individu yang tinggal diluar negara asalnya, termasuk mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di Banda Aceh. Penyesuaian sosial budaya adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan diri atau kemampuan untuk mengatur kehidupan sehari-harinya agar sesuai dengan konteks budaya yang berbeda di negara baru. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penyesuaian sosial budaya salah satunya adalah lamanya masa menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa menetap dengan penyesuaian sosial budaya mahasiswa asing perguruan tinggi negeri di Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah 85 orang mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar Ranniry yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Socio Cultural Adaptation Scale (SCAS) dikembangkan oleh Ward dan Kennedy yang berisi sebanyak 29 pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan (r=0,549, p=0,000) antara masa menetap dengan penyesuaian sosial budaya. Hal ini menggambarkan bahwa semakin lama masa menetap maka akan semakin tinggi pula penyesuaian sosial budayanya. &#13;
&#13;
Kata kunci: Penyesuaian sosial budaya, masa menetap, mahasiswa asing, Banda Aceh&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>20731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 10:26:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 10:44:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>