<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20676">
 <titleInfo>
  <title>PEMBERITAAN PERSETERUAN KPK VS POLRI JILID III (STUDI ANALISIS WACANA PEMBERITAAN PERSETERUAN ANTARA  KPK VS POLRI PADA HARIAN KOMPAS )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MONIKA MALAU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian  ini  berjudul  “Pemberitaan  Perseteruan  KPK  vs  Polri  Jilid  III  (Studi &#13;
Analisis  Wacana  Pemberitaan  Perseteruan  antara  KPK  vs  Polri  pada  Harian &#13;
Kompas)”.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  strategi  wacana  yang &#13;
digunakan untuk menampilkan perseteruan antara kelompok KPK dan Polri dalam &#13;
pemberitaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis wacana dari Model &#13;
Theo  van  Leeuwen.  Ada  dua  pusat  perhatian  pada  Model  Theo  Van  Leeweun. &#13;
Pertama, proses pengeluaran (exclusion). Ada kelompok yang dikeluarkan dalam &#13;
pemberitaan,  dengan  menggunakan  strategi  wacana.  Strategi  yang  paling  sering &#13;
digunakan  yaitu dengan  strategi pasivasi.  Kedua, proses pemasukan (inclusion). &#13;
Inclusion  berhubungan  dengan  masing-masing  pihak  atau  kelompok &#13;
ditampilkan/dimasukkan  dalam  pemberitaan,  dengan  menggunakan  strategi &#13;
abstraksi,  identifikasi  dan  asosiasi.  Dari  tiga  edisi  pemberitaan,  hasil  penelitian &#13;
yang  didapatkan  menggunakan  model  Theo  Van  Leeweun  dalam  menyajikan &#13;
pemberitaan  perseteruan  yang  terjadi  antara  KPKvsPolri    yaitu  pada  strategi &#13;
eksklusi  media  lebih  banyak  mengeluarkan  kelompok  Polri  pada  teks &#13;
pemberitaan, opini-opini yang diutarakan oleh narasumber memihak KPK,seolah &#13;
menjatuhkan  pihak  Polri.Sedangkan  pada  proses  inklusi,  media  kerap  kali &#13;
memasukkan kelompok-kelompok lain yang berhubungan dengan permasalahan &#13;
untuk  memperluas  perseteruan  antara  KPK  vs  Polri  agar  saling  menunjukkan &#13;
kebenaran  masing-masing  pihak.  Harian  Kompas  juga  dalam  mempublikasikan &#13;
teks pemberitaan terkesan berhati-hati menuliskan berita.Maka tidak heran dalam &#13;
kasus  perseteruan  KPK  dan  Polri  ini,  media  dalam  memberitakan  perseteruan &#13;
masih tidak seimbang, tidak menggunakan prinsip cover both side (menampilkan &#13;
dua sisi dalam pemberitaan). &#13;
 &#13;
Kata  Kunci:  Analisis  Wacana  Pemberitaan,  Model  Theo  Van  Leeweun,  KPK, &#13;
Polri dan Kompas. &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>20676</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-30 12:37:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-30 14:11:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>