<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20656">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN MIKROSKOPIS LAMBUNG TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) SETELAH UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK METANOL DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dila Putri Maulidna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ekstrak metanol daun sernai (Wedelia biflora) terhadap gambaran mikroskopis lambung tikus (Rattus norvegicus) setelah mendapat perlakuan uji aktivitas analgesik. Hewan uji yang digunakan adalah 15 ekor tikus yang dibagi  dalam 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri atas kelompok P0 sebagai kontrol diberi akuades, kelompok P1diberi  asam mefenamat (5 mg/kg bb), sedangkan kelompok (P2, P3, dan P4)  diberikan ekstrak metanol daun sernai masing-masing dengan dosis 30, 45, dan 60 mg/kg bb. Kemudian selanjutnya setelah 30 menit tikus disuntik larutan steril asam asetat glasial 0,5% secara intraperitoneal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan pengamatan secara mikroskopis pada lambung tikus setelah uji aktivitas analgesik terlihat adanya nekrosis pada semua kelompok perlakuan, sedangkan hemoragi dan hiperemi hanya terlihat pada perlakuan kontrol. Berdasarkan analisis varian,hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengamatan secara mikroskopis pada lambung tikus setelah uji aktivitas analgesik tidak memiliki pengaruh yang nyata (P&gt;0,05) terhadap semua kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun sernai belum dapat mengurangi jumlah nekrosis pada lambung tikus setelah uji aktivitas analgesik.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>20656</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-30 11:03:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-30 11:43:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>