AKURASI TES KIT PROGESTERON UNTUK DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA (CAPRA HIRCUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

AKURASI TES KIT PROGESTERON UNTUK DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA (CAPRA HIRCUS)


Pengarang

DESRIWAN ANGGA PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1202101010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui keakuratan kit progesteron air susu dan darah yang digunakan sebagai alat diagnosis kebuntingan dini pada kambing peranakan Ettawa (PE). Penelitian ini menggunakan 5 ekor kambing betina PE dalam masa laktasi. Semua kambing betina pada penelitian ini mendapatkan perlakuan sinkronisasi berahi dengan prostaglandin F2 alfa (PGF2?). Sebanyak 4 ekor kambing yang menunjukkan berahi dikawinkan secara alami, sedangkan 1 ekor lainnya yang juga menunjukkan gejala berahi tidak dikawinkan. Penetapan hari ke-0 pada penelitian ini adalah ketika hewan betina berada pada puncak estrus (tidak menolak ketika dinaiki). Diagnosis kebuntingan dini menggunakan kit progesteron air susu dan darah dilakukan pada 18-22 hari pascakawin atau 18-22 hari pascaestrus untuk kambing betina yang tidak dikawinkan. Akurasi diagnosis kebuntingan dengan kit progesteron air susu dan darah dikonfirmasi dengan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) pada hari ke-35 pascakawin dan pascaestrus. Hasil pemeriksaan kit progesteron dengan sampel air susu memperlihatkan hasil negatif selama 5 hari pemeriksaan untuk semua kambing percobaan, sedangkan pemeriksaan kit progesteron menggunakan sampel darah memperlihatkan hasil positif selama 5 hari pemeriksaan untuk 4 ekor kambing percobaan. Ketika dikonfirmasi menggunakan USG pada hari ke-35 kebuntingan, menunjukkan 1 ekor kambing betina PE didiagnosis tidak bunting dan 4 ekor didiagnosis bunting. Dapat disimpulkan bahwa kit progesteron dengan menggunakan sampel darah pada kambing betina PE memiliki tingkat akurasi sebesar 100%, sedangkan kit progesteron dengan menggunakan sampel air susu kambing betina PE memiliki akurasi yang rendah yakni 20%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK