Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGALAMAN IBU MERAWAT BALITA DENGAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH STUDY FENOMENOLOGY
Pengarang
Masdiana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1309200180001
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PENGALAMAN IBU MERAWAT BALITA DENGAN DIARE DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KECAMATAN LUENG BATA
KOTA BANDA ACEH STUDY FENOMENOLOGY
Oleh:
Masdiana
NIM. 1309200180001
Komisi Pembimbing
Teuku Tahlil,S.Kp, M.S., Ph.D
Dr.dr. Imran, Sp.S., M.Kes
ABSTRAK
Diare merupakan penyebab kematian utama balita baik dunia maupun Indonesia.
Pengetahuan, persepsi, dan pengelolaan keterampilan ibu memiliki peran penting
dalam meminimalkan morbiditas dan mortalitas penyakit diare. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman ibu dalam
merawat balita dengan diare di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kecamatan
Lueng Bata Banda Aceh. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi
deskriptif dilakukan dengan wawancara mendalam pada 20 orang partisipan yang
didapatkan dengan purposive sampling. Transkripsi dianalisis dengan
menggunakan content analisis untuk mengidentifikasi kategori dan tema.
Berdasarkan hasil penelitian sikap ibu terhadap kejadian diare antara lain cemas,
panik, tenang dan tidak peduli. Penyebab diare yang dipersepsikan adalah
kesalahan mengkonsumsi makanan/minuman, malabsorbsi, defisensi imun, virus,
parasit, personal hygiene & sanitasi yang buruk, dan proses tumbuh kembang.
Klasifikasi diare meliputi diare ringan dan diare berat. Perilaku ibu dalam
perawatan/pengobatan diare berupa mencari fasilitas kesehatan, pengobatan
tradisional, merawat sendiri balita dengan diare di rumah, dan tidak melakukan
apa-apa, sedangkan pencegahan diare yang dilakukan adalah menjaga makan dan
minum anak, menjaga agar anak tidak terpapar dari anak lain yang sedang
mengalami diare, menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan. Dibutuhkan
strategi komunikasi interaktif untuk ibu dan petugas kesehatan dalam
memfasilitasi perubahan positif yang berkelanjutan dalam merawat balita dengan
diare dengan mempertimbangkan budaya dan sumber daya yang ada.
Kata Kunci: pengalaman ibu (persepsi, sikap, perilaku)
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH BANDA ACEH (Terah Imanuel Mirino, 2017)
PENGARUH DIARE TERHADAP MALNUTRISI PADA BALITA DI PUSKESMAS BATOH TAHUN 2015 (Mustaqiem Isda, 2016)
GAMBARAN PENDIDIKAN DAN PERILAKU IBURNTERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA BATOH KECAMATAN LUENG BATA KOTAMADYA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Mardiati, 2022)
GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN TEUNOM (Tia Rahayu, 2019)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PENATALAKSANAAN AWAL DIARE AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR (Asri Ayuningtias, 2018)