Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN PEMILIK MODAL DENGAN BURUH PADA MASYARAKAT NELAYAN (STUDI DI TPI PASI PEUKAN BARO KECAMATAN KOTA SIGLI)
Pengarang
Hayatun Rahmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1110101010077
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Hubungan kerja adalah hubungan antara pemilik modal dengan buruh dimana kedua belah pihak mempunyai kepentingan masing-masing. Bagi pemilik modal hubungan kerja ini memberikan keuntungan secara material sedangkan bagi buruh nelayan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan gaji yang diterimanya. Hubungan kerja ini bukan hanya di landaskan pada hubungan ekonomi melainkan juga terdapat hubungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kerja antara pemilik modal dengan buruh nelayan. Penelitian ini juga untuk mengetahui hubungan di luar jam kerja serta sistem bagi hasil antara pemilik modal dengan buruh nelayan pada masyarakat nelayan di TPI Pasi Peukan Baro Kecamatan Kota Sigli. Penelitian ini menggunakan teori Pertukaran Sosial dari George Homans, yang menjelaskan bahwa pertukaran ini dilandaskan pada transaksi ekonomi yang bersifat timbal balik serta juga menjelaskan semua perilaku sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan ekonomi dan hubungan sosial yang terjalin keduanya. Pada hubungan ini dibutuhkan sifat kejujuran dan kerajinan sehingga akan mendapatkan kepercayaan dari pemilik modal. Hubungan sosial diluar jam kerja akan saling menghargai ketika kedua belah pihak mendapatkan nilai dari hubungan ini. Dengan adanya kepercayaan maka disaat buruh membutuhkan bantuan akan langsung dibantu oleh pemilik modal begitupun sebaliknya, seperti yang terlihat dengan hubungan pawang dan ABK yang sudah bernilai dimata pemilik modal. Jika dilihat komunikasi diluar jam kerja akan bersifat kaku dengan buruh yang tidak memiliki penghargaan dimata pemilik modal. Pembagian hasil dilakukan secara sistem bagi hasil dan hasil yang di dapatkan oleh buruh berbeda-beda sesuai dengan jabatan masing-masing yang dimiliki oleh buruh nelayan.
Kata Kunci : Hubungan Kerja, Pemilik Modal, Buruh Nelayan
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN PENABURAN BUBUK ABATE DALAM PENCEGAHAN JENTIK AEDES DI DESA PASI PEUKAN BARO DAN DESA PASI RAWA KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE (Hadi Safriadi, 2024)
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN KUALA PASI PEUKAN BARO, PIDIE (Siti Nur Rayyan, 2024)
STUDI PENYEBAB TIDAK OPTIMALNYA FASILITAS PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KUALA PASI PEUKAN BARO, KABUPATEN PIDIE (MUFIDATUNNISA, 2022)
MOBILITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT NELAYAN (STUDI DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN) (Masna, 2016)
TINGKAT KEPUASAN PEMILIK KAPAL TERHADAP PELAYANAN DOKUMEN PERIZINAN BERLAYAR DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KUALA PEUKAN BARO, PIDIE (MIFTAHUL JANNAH, 2023)