Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MELALUI MEDIASI (SUATU PENELITIAN PADA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
SEPTIAN MAULANA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1103101010269
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 1 angka 11 UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) menentukan bahwa mediasi hubungan industrial yang selanjutnya disebut mediasi adalah penyelesaian perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih mediator yang netral. Namun dalam kenyataannya, meskipun ada ketentuan penyelesaian melalui mediasi, namun tidak semua perselisihan dapat diselesaikan melalui mediasi dengan baik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa perselisihan yang harus diselesaikan melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mediasi pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, kendala dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mediasi pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, dan upaya yang dilakukan agar penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mediasi dapat dilaksanakan dengan baik.Untuk memperoleh data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan (library research) yaitu melakukan penelitian dengan mempelajari literatur peraturan perundang-undangan, buku-buku teks, dan dokumen-dokumen yang relevan dengan masalah yang diteliti serta penelitian lapangan (field research) yang dilakukan untuk mendapatkan data primer dengan melakukan wawancara terhadap responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mediasi belum berjalan maksimal dan para pihak harus menempuh melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Adapun kendala penyelesaian melalui mediasi disebabkan oleh faktor internal dan eksternal para pihak. Faktor internal disebabkan salah satu pihak tidak menerima tawaran dari pihak lainnya dan para pihak tidak memahami ketentuan hukum tentang ketenagakerjaan. Faktor eksternal disebabkan minimnya sumber daya mediator, minimnya sarana dan prasarana pendukung mediasi, dan keberpihakan mediator ke salah satu pihak. Upaya agar penyelesaian melalui mediasi dapat berjalan maksimal yaitu memberikan pemahaman kepada para pihak tentang ketenagakerjaan melalui sosialisasi, menambah jumlah mediator, mengadakan pelatihan untuk mediator tentang mediasi, dan membuat ruang sidang khusus mediasi serta fasilitasnya.Disarankan kepada mediator agar dalam penyelesaian perselisihan dapat menunjukkan sikap profesional dan tidak memihak ke salah satu pihak. Disarankan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh agar dapat membina dan melakukan pengawasan secara intensif terhadap mediator dan melakukan pelatihan terhadap mediator. Disarankan kepada para pihak agar dapat memahami ketentuan hukum tentang ketenagakerjaan untuk memudahkan dalam penyelesaian perselisihan melalui mediasi.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN MEDIATOR TERHADAP PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA DINAS TENAGA KERJA DAN MOBILITAS PENDUDUK PROVINSI ACEH (Sophia Munarisa, 2019)
PELAKSANAAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (SUATU PENELITIAN PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BANDA ACEH) (PUTRI AMNA MAULIDYA, 2025)
PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA TENTANG JAM KERJA DAN UPAH ANTARA PEKERJA/BURUH DAN PENGUSAHA COFFEE SHOP DAZED DI KOTA MEDAN (ACHMAD FARHAN SIREGAR, 2025)
PENERAPAN MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA DINAS SOSIAL DAN DINAS TENAGA KERJA DALAM PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH (CUT NAISA ZAHARA, 2022)
UPAYA INSTITUSI SOSIAL DALAM MENANGGULANGI PENGEMIS ANAK DI KOTA BANDA ACEH (STUDI TERHADAP INSTITUSI FORMAL DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA DI KOTA BANDA ACEH) (Nurul Hidayati, 2017)