Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISA PENYEBARAN GAS PADA RESERVOAR BATUPASIR DENGAN MENGGUNAKAN ATRIBUT SEISMIK DI LAPANGAN NETHERLANDS OFFSHORE BLOK “FH-1”
Pengarang
Heru Hardian - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1204107010022
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Atribut seismik merupakan suatu transformasi matematis dari data trace seismik yang merepresentasikan besaran waktu, amplitudo, fase, frekuensi, dan atenuasi. Seismik atribut diperlukan sebagai alat bantu dalam interpretasi seismik untuk menunjukkan anomali yang tidak terlihat secara jelas dari data normal seismik dalam skala yang sama dengan data aslinya. Oleh karena itu untuk mengetahui anomali yang terlihat secara jelas maka dilakukan ekstraksi atribut seismik amplitudo sesaat, frekuensi sesaat, fase sesaat, dan spectral decomposition untuk identifikasi penyebaran gas pada reservoar batupasir di lapangan Netherlands Offshore Blok “FH-1”, Cekungan North Sea Netherland. Ekstraksi atribut amplitudo sesaat digunakan untuk melihat perubahan litologi batuan yang signifikan pada zona brightspot yang mengindikasikan adanya pola penyebaran gas. Frekuensi sesaat digunakan untuk menentukan batas penyebaran gas dari perubahan nilai frekuensi tinggi ke frekuensi. Fase sesaat ketika adanya perubahan litologi yang berisi fluida maka fasenya akan bergeser sehingga adanya anomali yang membatasi antara gas dan fluida lainnya. Sedangkan spectral decomposition mengubah atau megurai frekuensi tertentu untuk mendapatkan anomali dari area interest dengan memberikan informasi berupa lapisan yang terisi oleh gas. Atribut seismik diekstrak dari data seismik Pre Stack Time Migration (PSTM). Data log diambil dari satu sumur (F03-1) untuk validasi dan dilakukan seismic well tie dalam penentuan penelusuran horizon. Dari hasil penelusuran fault dan horizon didapatkan peta struktur waktu kemudian dilakukan overlay dari hasil ekstraksi atribut yang dilakukan. Analisa atribut seismik digunakan untuk melihat keberadaan dan pola penyebaran gas pada reservoar batupasir yang berupa pengendapan pada masa Neogene dengan indikai awal adanya Brighspot. Dari hasil keempat atribut tersebut memperlihatkan adanya potensi pola dan batas penyebaran gas dekat patahan utama yang mengisi tutupan kontur dengan arah penyebaran relatif di Tenggara (SE) pada kedalaman berkisar 550 ms.
Kata kunci : Atribut seismik, Reservoar Batupasir, Penyebaran Gas.
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMETAAN MODEL BAWAH PERMUKAAN TERINTEGRASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LOG DAN DATA SEISMIK UNTUK MELIHAT PENYEBARAN BATUPASIR DI LAPANGAN “MH29” DAERAH NETHERLANDS OFFSHORE BLOCK (Riski Andrian, 2016)
PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN POLA PENYEBARAN LITOLOGI DARI ZONA FS1-MFS4 DI LAPANGAN “RV24” NETHERLANDS OFFSHORE F3 BLOCK MENGGUNAKAN DATA SEISMIK DAN DATA LOG (Reva Muliarma Muslim, 2017)
IDENTIFIKASI PERSEBARAN RESERVOIR MENGGUNAKAN ATRIBUT SEISMIK AMPLITUDO ROOT MEAN SQUARE PADA LAPANGAN F3 BELANDA. (Siti Yara Alifa, 2026)
IDENTIFIKASI RESESVOAR MENGGUNAKAN ATRIBUT RMS AMPLITUDE PADA FORMASI INTRA TELISA DI CEKUNGAN SUMATERA TENGAH. (Caula Syifa, 2024)
ANALISA PERANGKAP STRATIGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN DATA SEISMIK 3D DAN DATA SUMUR DI LAPANGAN F3 BELANDA (Ulul Azmi, 2016)