Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENGUASAAN FAKTOR PRODUKSI OLEH PENDUDUK MISKIN DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Zusdiarahmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1101101010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Judul : Analisis Penguasaan Faktor Produksi oleh Penduduk
Miskin di Kota Banda Aceh
Nama : Zusdiarahmi
NIM : 1101101010051
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Ekonomi Pembangunan
Dosen Pembimbing : Diana Sapha A H, S.E., M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis penguasaan faktor produksi yang meliputi pendidikan, kepemilikan aset, modal dan teknologi bagi penduduk miskin di Kota Banda Aceh. Ruang lingkup penelitian yaitu penduduk miskin yang tergolong miskin baik yang bekerja maupun tidak bekerja. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 100 orang responden yang mewakili populasi Kota Banda Aceh. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Gambaran hasil yang didapat dari penguasaan faktor produksi oleh penduduk miskin Kota Banda Aceh sejauh ini adalah penduduk miskin memiliki pendidikan terakhir SMA/Sederajat yang artinya bahwa tingkat pendidikan responden relatif lebih baik karena telah memenuhi standar wajib belajar. Pada status kepemilikan aset seperti rumah dan lahan, penduduk miskin memiliki rumah dari warisan dengan berlantaikan semen, oleh karena itu mereka tidak perlu membayar biaya sewa rumah. Sedangkan lahan yang dimiliki masih sedikit berkisar 100 m2 hingga 200 m2. Dari 100 responden yang diwawancarai diperoleh informasi berdasarkan crosstab antara variabel pekerjaan dengan pendapatan, biaya listrik dan kepemilikan alat elektronik dapat disimpulkan bahwa pedangang dan buruh memperoleh pendapatan yang tinggi sehingga biaya listrik yang dibayar juga tinggi dikarenakan kepemilikan alat elektronik yang lebih banyak. Dalam hal ini penguasan faktor produksi bagi pedagang dan buruh lebih baik sehingga dalam jangka waktu tertentu mereka dapat keluar dari kemiskinan. Pada modal yang berupa uang, penduduk miskin belum memiliki tabungan atau investasi sehingga tidak mempunyai modal untuk membuka usaha dan modal yang diberikan pemerintah masih belum tersalurkan dengan baik kepada penduduk miskin. Penguasaan faktor produksi penduduk miskin pada teknologi masih sangat kurang, meskipun mereka memiliki beberapa alat elektronik maupun komunikasi namun masih banyak yang belum bisa menggunakan alat-alat tersebut dengan efektif dan efisien.
Kata kunci : Penduduk Miskin, Pendidikan, Kepemilikan Aset, Modal, Teknologi, Analisis Deskriptif Kualitatif
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEKTIFITAS ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) PRODUKTIF DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BANDA ACEH (ARWADY, 2021)
KORELASI JUMLAH PENDUDUK MISKIN DAN RASIO GINI TERHADAP KUALITAS HIDUP KOTA-KOTA DI PULAU SUMATERA (Desi Nadila Anwar, 2022)
PENERAPAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED PANEL REGRESSION (GWPR) PADA KASUS TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI ACEH (NAQIYYA INDIRA PUTRI, 2024)
HUBUNGAN DANA DESA DENGAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DALAM UPAYA PENCAPAIAN SDGS DESA TANPA KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH (HANIFA SALWA, 2025)
ANALISIS PENGARUH PRODUKSI PADI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PENGANGGURAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI ACEH (MUHAMMAD KAUTSAR, 2025)