POTENSI DAUN KATUK DAN LAMTORO SEBAGAI NUTRISI CENDAWAN TRICHODERMA SP. PADA PELET MEDIA TUMBUH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN TULAR TANAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POTENSI DAUN KATUK DAN LAMTORO SEBAGAI NUTRISI CENDAWAN TRICHODERMA SP. PADA PELET MEDIA TUMBUH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN TULAR TANAH


Pengarang

Zikriah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105101050039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu pengendalian penyakit tanaman adalah pengendalian secara
biologi dengan memanfaatkan agens hayati. Cendawan Trichoderma spp. telah
banyak dikembangkan sebagai agens hayati untuk mengendalikan berbagai
penyakit pada berbagai komoditas tanaman. Aplikasi Trichoderma spp. dalam
bentuk substrat kurang praktis karena membutuhkan wadah yang cukup banyak,
tenaga kerja banyak, dan sering mengalami kendala untuk dibawa dan
diaplikasikan di lapang. Oleh karena itu, perlu dicari formulasi Trichoderma spp.
yang lebih praktis, efektif, dan efisien. Salah satu cara yang dapat dikembangkan
adalah penggunaan substrat tumbuh Trichoderma spp. dalam bentuk formulasi
pelet. Bahan dasar pembuatan formulasi pelet Trichoderma spp. adalah bahanbahan

yang menjadi sumber karbohidrat dan protein yang diperlukan oleh
Trichoderma spp. atau cendawan pada umumnya. Penelitian ini bertujuan
mengetahui potensi daun lamtoro dan daun katuk sebagai sumber nutrisi pada
pelet media tumbuh Trichoderma sp. serta untuk mengetahui potensi pelet
berbahan aktif Trichoderma sp. untuk mengendalikan cendawan Sclerotium sp.
dan Rhizoctonia sp. Pada pengujian In vitro menggunakan 4 perlakuan formulasi
pelet Trichoderma harzianum yaitu DDL, DDK, DAT dan DDS. Uji In vitro pada
pengujian pertumbuhan T. harzianum dari formulasi pelet DDK dan DDL tumbuh
dengan baik dan ekstensif. Cendawan T. harzianum dalam formulasi pelet DDK
menunjukkan daya hambat paling tinggi terhadap pertumbuhan koloni cendawan
patogen Sclerotium sp. dan Rhizoctonia sp. dengan daya hambat 75,0% dan
68,9% pada media tumbuh PDA dibandingkan dengan formulasi DDL, DAT dan
DDS.
Kata Kunci: Pelet, T. harzianum, dan Uji In vitro

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK