Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN RASIO BAHAN TERHADAP PELARUT PADA EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT
Pengarang
Desy Wulandari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105105010029
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman alpukat (Persea americana, Mill) berasal dari Amerika tengah yang beriklim tropis dan telah menyebar hampir keseluruh negara sub-tropis dan tropis termasuk Indonesia. Banyak masyarakat yang hanya memanfaatkan daging buah alpukat, sedangkan bijinya terbuang menjadi limbah organik. Padahal minyak biji alpukat mengandung senyawa fungsional yang cukup tinggi antara lain asam lemak essensial (asam oleat dan linoleat), yang dapat diaplikasikan pada pembuatan mayonaise dan salad dressing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya proses ekstraksi dan pengaruh rasio bubuk biji alpukat dan pelarut n-heksan dalam proses ekstraksi minyak biji alpukat terhadap minyak yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial terdiri atas 2 faktor dan 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Factor pertama adalah waktu ekstraksi (W) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 120 menit (W1), 150 menit (W2), 180 menit (W3). Faktor kedua adalah rasio bahan terhadap pelarut (P) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1:5 (P1), 1:10 (P2), 1:15 (P3). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu berpengaruh nyata (P?0,05) terhadap yield minyak bubuk biji alpukat, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bilangan asam. Perlakuan rasio bahan terhadap pelarut tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap yield dan bilangan asam. Perlakuan terbaik didapat dari yield tertinggi (2,23%) pada perlakuan waktu 120 menit dan diperoleh aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 62,87 % dengan rasio bubuk biji alpukat terhadap pelarut 1:5, dimana nilai viskositas dan densitas masing-masing yaitu 0,96 gr/ml dan 13,5 cp. Pada minyak biji alpukat mengandung asam lemak oleat (74,52%) lebih tinggi dibandingkan dengan asam lemak palmitat (11,11%) dan asam siklopenta tridekanoat (10,89%)
Tidak Tersedia Deskripsi
PROSES EKSTRAKSI MINYAK BIJI AMLA (PHYLLANTHUS EMBLICA) MENGGUNAKAN PELARUT POLAR, SEMI POLAR DAN NON POLAR (Nadia Putri Mauliza, 2022)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ISOPROPANOL (Rosmarita, 2024)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL, RBO) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT HEXANA (Maulidar, 2025)
PENGARUH NISBAH PELARUT, SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK KUNYIT DAN KADAR KURKUMIN YANG DIHASILKAN (Patoni A gafar, 2025)
PENGARUH NISBAH PELARUT, SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSIRNTERHADAP RENDEMEN EKSTRAK KUNYIT DAN KADARRNKURKUMIN YANG DIHASILKAN (Patoni A gafar, 2025)