PENGARUH LAMA TUNDA GILING (PULPING)DAN KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH TERHADA MUTU FISIK DAN CITARASA KOPI ARABIKA GAYO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH LAMA TUNDA GILING (PULPING)DAN KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH TERHADA MUTU FISIK DAN CITARASA KOPI ARABIKA GAYO


Pengarang

Putri Alfyanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105105010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan iklim membawa pengaruh dan dampak yang besar terhadap pertumbuhan dan produksi kopi Arabika di wilayah Aceh khususnya di dataran tinggi Gayo. Untuk menghindari buah kopi lewat masak, petani biasanya mendahulukan pemanenan dan tidak mampu untuk melakukan penggilingan kulit buah (pulping) pada hari yang sama karena kekurangan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 (dua) faktor. Faktor yang digunakan adalah ketinggian tempat tumbuh (1.000 – 1.300 m dpl (K1), 1.300 – 1.400 m dpl (K2) dan 1.400 – 1.600 m dpl (K3)) dan lama tunda giling gelondong merah (0, 1, 2, 3, 4 dan 5 hari) dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketinggian tempat tumbuh (K) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, densitas kamba (sebelum dan sesudah penggilingan) dan mutu fisik (biji warna hitam, busuk, warna coklat). Lama tunda giling (P) serta interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh sangat nyata terhadap densitas kamba (sebelum penggilingan gelondong merah), kadar air dan mutu fisik (biji hitam, busuk, coklat), dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai pH yang dihasilkan. Pada uji persentase buah mengapung, suhu buah dalam karung dan uji citarasa tidak dilakukan uji ANOVA, hanya menampilkan nilai yang dihasilkan. Pada uji citarasa ketinggian 1.400 – 1.600 m dpl perlakuan tanpa tunda giling menghasilkan total score citarasa paling tinggi dibandingkan perlakuan dua ketinggian tempat tumbuh lainnya.

Kata kunci : Citarasa, mutu fisik, tunda giling

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK