<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20053">
 <titleInfo>
  <title>KEPEMIMPINAN ZAINI ABDULLAH-MUZAKIR MANAF DALAM PEMERINTAHAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIRRYATIL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  penyelenggaraan  pemilihan  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  periode 2012-2017  merupakan  harapan  baru  bagi  masyarakat  Aceh  untuk  memilih pemimpin yang memperhatikan rakyat. Pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf dianggap  paling  cocok  untuk  memimpin  Aceh. Namun, setelah  tiga  tahun memimpin  Aceh,  pasangan  ini  masih  belum  maksimal  dalam  menjalankan  roda pemerintahan Aceh. Terlebih lagi dengan munculnya konflik internal antara Zaini Abdullah dengan Muzakir Manaf sehingga terjadinya ekspresi pertentangan yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan diantara mereka. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui  terjadinya  dualisme  kepemimpinan  Zaini  Abdullah  dan Muzakir  Manaf  dalam  pengambilan  kebijakan  serta dampak  dualisme kepemimpinan terhadap  pembangunan  Aceh?Metode  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah penelitian  kualitatif  dengan  pendekatan  deskriptif.  Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan  yaitu  penelitian  lapangan  dan  penelitian kepustakaan.  Studi  lapangan  untuk  memperoleh  data  primer yaitu  dengan wawancara.  Sedangkan  penelitian  kepustakaan  untuk  memperoleh  data  sekunder berdasarkan  buku-buku  dan  bacaan  terkait. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan terjadinya  dualisme  kepemimpinan  disebabkan  karena  adanya  pengaruh  dari  luar partai  pengusung, pro Muzakir  Manaf Mayoritas di  DPRA,  terjadinya disharmonisasi dan tidak ada pembagian wewenang yang jelas. Dampak dualisme mengakibatkan  progres  pembangunan  Aceh  sangat  rendah serta penyusunan program tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Disarankan Kepada Gubernur dan  Wakil  Gubernur  sebaiknya  lebih  fokus  memprioritaskan  dan  memperhatikan kondisi  Aceh  saat  ini.  Dan  juga  mereka  harus  menyampingkan  ego-ego, kepentingan pribadi maupun partainya. Diharapkan kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan  konflik  yang  terjadi  diantara  mereka  karena  ini  sangat  merugikan bagi  masyarakat  dan  tentu  dengan  adanya  konflik  ini  maka  pembangunan  yang direncanakan selama ini telah terhambat.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>20053</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-18 15:16:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-18 15:25:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>