Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014
Pengarang
SUFIA MAULIZA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1101103010104
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
SUFIA MAULIZA KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN
2016 PERWAKILAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (xiii, 71), pp., bibl., app
(Drs. Zainal Abidin AW, M.Si, Dr. Effendi Hasan, MA)
Keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh tahun 2014 tidak memenuhi kuota 30 persen sebagaimana telah ditetapkan Undang-undang. Keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh tahun 2014 hanya satu orang. Hal tersebut dikarenakan kaum perempuan seringkali dihadapkan pada tantangan yang bersifat budaya patriarki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh yang tidak memenuhi kuota 30% yang telah ditetapkan oleh Undang-undang dan penyebab kurangnya keterwakilan perempuan tersebut mempunyai hubungan dengan budaya patriarki masyarakat Kota Banda Aceh. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting dari KIP Kota Banda Aceh, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terpenuhinya kuota 30 persen keterwakilan perempuan disebabkan oleh beberapa penyebab, yang pertama kurangnya kepercayaan kaum perempuan terhadap caleg perempuan, yang kedua figur caleg perempuan yang tidak dikenal, yang ketiga caleg perempuan hanya untuk pemenuhan kuota, yang keempat partai politik kurang mempersiapkan caleg perempuan, dan yang kelima caleg perempuan terkendala di bidang finansial. Adapun faktor budaya patriarki tidak menjadi faktor dominan minimnya keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh tahun 2014. Kepada partai politik diharapkan agar lebih memperhatikan posisi perempuan dalam pencalonannya sebagai caleg. Serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif.
Kata Kunci: Keterwakilan Perempuan, Kuota 30 persen, Budaya Patriarki
Tidak Tersedia Deskripsi
REPRESENTASI PEREMPUAN DI DPRK KABUPATEN ACEH TENGAH (SUATU PENELITIAN TERHADAP SIKAP PEMILIH PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KABUPATEN ACEH TENGAH) (DINA ZUHRA HASAN, 2016)
PENINGKATAN KETERWAKILAN PEREMPUANRNPADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019RNDI KABUPATEN ACEH TENGAH (Selfiyana, 2022)
STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 73/PUU-XII/2014 TENTANG MEKANISME PEMILIHAN PIMPINAN RNDEWAN PERWAKILAN RAKYAT BESERTA ALAT RNKELENGKAPANNYA (CICI AMBIYAPUTRI, 2015)
PEMENUHAN KUOTA 30 PERSEN CALON LEGISLATIF PEREMPUAN OLEH PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DI KOTA BANDA ACEH (Haunan Rafiqa Basith, 2024)
KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) PERIODE 2014-2019 (yulia munawarah, 2016)