PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KERUPUK TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN LUBIEM (CANTHIDERMIS MACULATA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KERUPUK TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN LUBIEM (CANTHIDERMIS MACULATA)


Pengarang

Nanda Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1106104010066

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci: Preferensi, Konsumen, Kerupuk, Daun Kelor, Ikan Lubiem
Penelitian yang berjudul “Preferensi Konsumen Terhadap Kerupuk Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L) Dengan Penambahan Daging Ikan Lubiem (Canthidermis maculata)”, membahas perbedaan tingkat kesukaan (preferensi) konsumen suku Aceh dan suku Jawa terhadap karakteristik organoleptik kerupuk tepung daun kelor dengan penambahan daging ikan lubiem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) kerupuk tepung daun kelor dengan penambahan daging ikan lubiem. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu uji pengamatan (Sensory evaluation) oleh 7 orang narasumber, dan uji tingkat kesukaaan (Preference test) oleh 30 panelis konsumen suku Aceh dan suku Jawa. Pengolahan dan analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) pada taraf signifikan 0,05 melalui uji preferensi (preference test). Hasil uji pengamatan, narasumber menyatakan bahwa kerupuk setelah proses penggorengan, warna cerah, aroma netral, kerenyahan sangat renyah, dan rasa yang gurih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Aceh lebih menyukai kerupuk tepung daun kelor 5% dengan penambahan daging ikan lubiem 20% yaitu warna (73,3%); aroma (73,3%); kerenyahan (60%); rasa (60%) sedangkan suku Jawa juga sama lebih menyukai kerupuk tepung daun kelor 5% dengan penambahan daging ikan lubiem 20% hanya pada warna (66,7%); aroma (80%); rasa (66,7%) sementara kerenyahan yang paling disukai oleh suku Jawa terdapat pada kerupuk tepung daun kelor 10% dengan penambahan daging ikan lubiem 20% yaitu (53,3%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesukaan konsumen suku Aceh dan suku Jawa terhadap karakteristik organoleptik kerupuk tepung daun kelor dengan penambahan daging ikan lubiem, maka hipotesis alternatif diterima. Disarankan kepada masyarakat dapat memanfaatkan daun kelor, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan kepada peneliti selanjutnya dapat meneliti kandungan gizi dan mutu simpan kerupuk tepung daun kelor dengan penambahan daging ikan lubiem.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK