EFISIENSI SALURAN SEKUNDER (EA. 1 Kr) DAN SALURAN TERSIER (KA. Kn. 3) PADA AREAL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFISIENSI SALURAN SEKUNDER (EA. 1 Kr) DAN SALURAN TERSIER (KA. Kn. 3) PADA AREAL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH


Pengarang

Afri Fajar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0905101060001

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.587

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Afri Fajar, 0905101060001. Efisiensi Saluran Sekunder (EA. 1 Kr) dan Saluran Tersier (KA. Kn. 3) Pada Areal Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Daerah Irigasi Krueng Aceh. Dibawah bimbingan Hairul Basri dan Nazir Akhmad.
Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar efisiensi saluran sekunder dan tersier pada areal tanaman padi di Daerah Irigasi Krueng Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Saluran Sekunder (EA. 1 Kr) dan Saluran Tersier (KA. Kn. 3) Daerah Irigasi Krueng Aceh sejak Juni 2013 sampai Agustus 2013. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu pegumpulan data sekunder berupa peta jaringan irigasi, perhitungan evaporasi dan data curah hujan. Tahap kedua yaitu pengumpulan data primer berupa pengukuran dimensi saluran, pengukuran debit, perhitungan efisiensi saluran, dan menentukan kehilangan air di saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai efisiensi saluran sekunder yang didapat ditempat penelitian adalah sebesar 63,79%, lebih rendah bila dibandingkan dengan Standar Perencanaan Irigasi Indonesia yaitu 90%. Sedangkan efisiensi saluran tersier sudah mencapai standar, yaitu 80,32%. Namun nilai kehilangan air dapat ditoleransi pada saluran tersier 15-22,5% dan saluran sekunder 7,5-12,5%. Nilai kehilangan air pada tempat penelitian, yaitu 36,25% untuk saluran sekunder dan 19,68% untuk saluran tersier. Faktor yang dominan menyebabkan kehilangan air pada saluran yaitu kehilangan lainnya (kebocoran dinding saluran yang membentuk alur-alur aliran dan kerusakan faktor fisik), sedangkan rembesan dan evaporasi tidak begitu dominan.


Kata Kunci: Efisiensi, Saluran Sekunder, Saluran Tersier

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK