RANCANG BANGUN ALAT ANGKUT TBS ( TANDAN BUAH SEGAR )KELAPA SAWIT PADA LAHAN MIRING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RANCANG BANGUN ALAT ANGKUT TBS ( TANDAN BUAH SEGAR )KELAPA SAWIT PADA LAHAN MIRING


Pengarang

Shafwandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805106010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) merupakan tanaman perkebunan penting penghasil minyak makan, minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Buah kelapa sawit hasil pemanenan harus segera diangkut ke pabrik, agar segera dapat diolah. Buah kelapa sawit yang sudah matang dan masih segar hanya mengandung 0,1% asam lemak Permasalahan yang kerap muncul dalam kegiatan pengangkutan pada lahan miring selama ini ialah minimnya para petani kelapa sawit yang terampil dan cepat dalam mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit secara manual yang menggunakan gendongan atau mengangkutnya satu persatu. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alat pengangkut TBS (tandan buah segar) kelapa sawit jarak dekat pada lahan miring.
Pelaksanaan penelitian terdiri dari dari tiga tahap. Pertama, peninjauan lahan dengan cara mengsurvei ke lahan tanaman kelapa sawit untuk melihat kemiringan lahan. Kedua, Pengukuran lahan miring, proses ini dilakukan dengan cara mengukur panjang lahan secara horizontal dan tingginya, sehingga akan didapat nilai sudut. Ketiga, peninjauan proses pengangkutan secara manual.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kemiringinan lahan yang berbeda yaitu kemiringan 22.5o, 31.1o dan 40.7o, sedangkan bulk density dari buah kelapa sawit terhadap lori diperoleh sebesar 407,14286 kg/m3. Dimensi Lori memiliki panjang 1,5 m, lebar 1 m, dan tinggi 70 cm, berat Lori 120 kg, panjang rel 12 m dan anjang tali sling 50 m. Kapasitas pengangkutan terbesar adalah 39634,711 kg/jam pada sudut 40,7o dan dengan kecepatan putaran mesin 8000 rpm. Gaya terbesar terdapat pada kemiringan 40.7o dengan kecepatan rpm mesin 8000 dengan nilai rata-rata 3491,32 N. Daya yang dikeluarkan mesin dalam penelitian ini adalah sebesar 1,9 – 7,5 % dari daya pada spesifikasi mesin.
Mekanisme kerja alat ini adalah dengan sistem ditarik oleh mesin penggerak, dimana untuk melakukan pengangkutan kelapa sawit pada lahan miring, terlebih dahulu rel diletakkan pada lahan miring yang sudah dibersihkan. Kemudian mesin penggerak di letakkan pada lahan datar, sejajar dengan rel. Lori yang sudah diletakkan di atas rel kemudian di hubungkan dengan mesin penggerak menggunakan tali sling. Kemudian dimasukkan kelapa sawit kedalam lori pengangkut dan mesin dihidupkan dan dijalankan sehingga lori pengangkut bergerak ke atas melalui rel.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah mesin pengangkut ini sangat efektif digunakan pada lahan miring dengan sudut kemiringan 25o sampai dengan 45o dan mesin ini sangat efisien dibandingkan dengan pengangkutan manual sebesar 9 kg dengan menggunakan jojo dan 46 kg menggunakan gerobak sorong, dimana lori ini mampu mengangkut sekitar 427,5 kg kelapa sawit dalam sekali pengangkutan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK