<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19764">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN GINGIVITIS PADA REMAJA USIA 15-17 TAHUN BERDASARKAN STATUS SOSIAL EKONOMI DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA ANDIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gingivitis  merupakan  inflamasi  gingiva  tanpa  adanya  kehilangan  perlekatan secara  klinis  danperadanganyang  hanya  terbatas  padajaringan gingiva.Karakteristik dari gingivitis adalah kemerahan, edema, adanya perubahan kontur, konsistensi gingiva dan adanya perdarahan gingiva, pada  saat di probing. Gingivitis  dapat  dimulai  pada  anak  usia  dini  dan  meningkat  pada  saat  remaja. Tingginya prevalensi gingivitis pada remaja  sering dikaitkan dengan peningkatan hormon yang terjadi di masa pubertas. Gingivitis juga sering dihubungkan dengan orang  yang  memiliki  status  sosial  ekonomi  rendah.Status  Sosial  Ekonomi  adalah gambaran  tentang  keadaan  seseorang  atau  suatu    masyarakat  yang  ditinjau  dari segi  sosial  ekonomi,  seperti  tingkat  pendidikan,  pendapatan  dan  pekerjaan. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran gingivitis pada remaja usia 15-17 tahun berdasarkan  status  sosial  ekonomi  di  Aceh.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian deskriptif  yang  dilakukan  di  SMA  di  Aceh  dengan  subjek  siswa-siswi  SMA tersebut  yang  memiliki  status  sosial  ekonomi  rendah  dan  tinggi.  Pada  subjek dilakukan  wawancara  dan  pemeriksaan  klinis  yaitu  pemeriksaan  perdarahan gingiva  dengan  Indeks  Perdarahan  Papila.  Besar  sampel  adalah  124  orang,  91 laki-laki  dan    33  perempuan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  subjek  dengan kelompok  sosial  ekonomi  rendah  lebih  banyak  mengalami  gingivitis  sebanyak 64,6% sedangkan kelompok sosial ekonomi tinggi hanya 33,9% yang  mengalami gingivitis.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  remaja  dari  kelompok  status  sosial ekonomi  rendah  cenderung  mengalami  gingivitis  daripada  remaja  dari  kelompok sosial ekonomi tinggi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19764</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-02 11:20:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-02 12:08:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>