<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19695">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEKASARAN PERMUKAAN EMAIL GIGI BOVINE SETELAH PAPARAN YOGHURT (DITINJAU DARI DURASI PERENDAMAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YAUMIL SHUADZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Yoghurt  merupakan  salah  satu  minuman  probiotik  dari  hasil  fermentasi  susu  yang mengandung  bakteri  asam  laktat  Streptococcus  themophilus  dan  Lactobacillus bulgaris.  Derajat  keasaman  dari  yoghurt  adalah  3,8  yang  merupakan  pH  kritis  bagi email  sehingga  dapat  menyebabkan  terjadinya  kerusakan  pada  email  gigi.  Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  yoghurt  terhadap  kekasaran permukaan email gigi serta pengaruh paparannya berdasarkan durasi perendaman 5, 15, 30 dan 60 menit. Spesimen yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 24 gigi insisivus  bovine  yang  kemudian  dibagi  menjadi  6  kelompok  pemaparan  yoghurt berdasarkan durasi perendaman yaitu 5, 15, 30 dan 60 menit. Perendaman dilakukan pada  suhu  37oC.  Pengukuran  kekasaran  permukaan  email  sebelum  dan  sesudah perendaman  pada  masing-masing  spesimen  dilakukan  menggunakan  alat  Surface roughness  tester.  Data  hasil  paired  t  test  menunjukkan  terdapat  perbedaan  yang bermakna  (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19695</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-26 16:44:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-03 10:32:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>