<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19675">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENGEMBANGAN KLASTER EKONOMI BERBASIS AGRIBISNIS SALAK DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUNI KHOLIDAH DLT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salak (Salacca edulis L.) sebagai salah satu komoditas pertanian memiliki prosfek dalam pengembangan  agribisnis yang  mendukung  peningkatan  ekonomi petani. Selain dikonsumsi  dalam  bentuk  buah  segar,  salak dapat dikonsumsi  dalam berbagai bentuk olahan. Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sentra penghasil salak  di  Sumatera  dengan  produksi  462.758  Ton/Tahun. Kabupaten  Tapanuli Selatan  saat  ini  mengarah  sebagai  daerah  klaster  ekonomi. Konsep  klaster ekonomi  telah  banyak  mengundang  perhatian  berbagai stakeholder terhadap pengembangan  ekonomi  lokal  suatu  wilayah. Penelitian  bertujuan  untuk mengetahui apakah agribisnis  salak  dapat  dikembangkan  sebagai  suatu  klaster ekonomi  di  Kabupaten  Tapanuli  Selatan.  Data  dianalisis  menggunakan  metode deskriptif,  matriks  IFAS/EFAS  dan  SWOT. Matriks  IFAS/EFAS  untuk menganalisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Matriks SWOT untuk menentukan  posisi  dan  strategi  agribisnis  salak. Penelitian  ini  dilakukan  di Kabupaten  Tapanuli  Selatan karena  daerah  potensial  bagi  agribisnis  salak. Responden  dalam  penelitian  ini  adalah  petani  salak,  pedagang  salak,  industri pengolahan salak dan lembaga pendukung (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura  dan  Dinas  Perindustrian  dan  Perdagangan). Hasil  penelitian menjelaskan Matriks IFAS memperoleh skor 2,903 sebagai sumbu X dan Matriks EFAS  memperoleh skor  2,813 sebagai sumbu  Y. Agribisnis  salak  berada  pada kuadran I. Artinya pada posisi ini agribisnis salak memiliki peluang dan kekuatan yang  dapat  dimanfaatkan  untuk  pertumbuhan  agresif,  melalui perluasan  pangsa pasar,  pengembangan  produk  dan  melihat  selera  konsumen  serta  meningkatkan jumlah produksi olahan salak.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19675</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-25 12:06:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-10 10:43:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>